Sekelumit Tentang SyaiHa

Melihat indahnya dunia pertama kali, 03 April 1986. Terlahir sebagai bayi yang sehat dan menggemaskan, dari pasangan T Suyanto (alm) dan Tuminah. Syaiful adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Syaiful kecil tumbuh dan berkembang seperti anak-anak normal lainnya. Namun, semua berubah saat Syaiful kecil menderita sakit panas, mewabah ke beberapa anak-anak lain di desanya, Suroboyo, Lampung Tengah. Dua kali berkunjung ke puskesmas untuk berobat, namun tidak juga mengalami kesembuhan, dan ketika kali ketiga datang ke puskesmas, sang mantri melakukan injeksi di bokong kanan Syaiful kecil. Ajaib, keesokan harinya Syaiful kecil sembuh dari sakit panasnya.

Namun Syaiful kecil yang masih merangkak ketika itu mengalami kelainan di kaki kanannya, lemah dan tak berdaya. Begitupun anak-anak lain yang juga menderita panas seperti Syaiful, kira-kira ada 3 hingga 4 anak.

“oh, anak bapak kena folio” kata mantri ringan, ketika ayah Syaiful yang juga sebagai kepala desa mengonfirmasi kejadian ini ke puskesmas yang bersangkutan. Ayah Syaiful marah, bagaimana tidak! Syaiful kecil adalah satu-satunya anak yang diberi imunisasi lengkap, termasuk folio, justru menjadi satu-satunya anak di keluarganya yang terkena folio. Ayah Syaiful kecil sudah berusaha kemana-mana untuk mengobati Syaiful, hasilnya nihil. Syaiful tidak tersembuhkan dan akan tumbuh menjadi pemuda dengan kaki kanan yang cacat.

Ketika berusia 3 tahun, Syaiful kecil dan keluarganya pindah ke Bengkulu dan menetap di sana. Usia delapan tahun, 1994, Syaiful memasuki sekolah dasar. Telat. Kondisi yang membuatnya begini, letak sekolah dasar di daerahnya jauh, 6-7 km. Pada saat itu tidak ada angkutan umum di daerahnya, hanya ada truk-truk pengangkut kelapa sawit menuju pabrik. Di sekolah dasar, Syaiful kecil benar-benar menjadi bintang kelas, selalu juara 1. Hanya ketika kelulusan saja Syaiful di kalahkan oleh Hendra Agustian, sahabat kecilnya yang kini sedang menyelesaikan studi profesi apotekernya di Universitas Sumatera Utara.

Melanjutkan sekolah di SMPN 9 Dusun Baru V Koto, kabupaten Mukomuko, Syaiful masih tetap menjadi bintang kelas, selalu menjadi juara 1 di kelasnya. Di SMP jualah Syaiful melatih jiwa keorganisasiannya, menjadi sekretaris umum OSIS dan di tahun berikutnya menjadi kepala divisi Keimanan dan taqwa juga dalam kelembagaan yang sama.

Seorang guru Matematika, Nani Zulhani M.Pd, melihat kelebihan Syaiful, cerdas. Beliaulah yang memprovokasi Syaiful untuk berani keluar dari daerahnya dan melanjutkan sekolah ke SMA yang ada di Kota Propinsi, Bengkulu, yang memakan waktu 7-8 jam perjalanan dengan mobil. Syaiful tertantang dan mengikuti saran guru Matematikanya.

Di SMAN 5, Syaiful bertemu orang-orang hebat, salah satunya adalah Danang Ambar Prabowo. Pemuda ini ramah dan bersahaja. Danang adalah ketua OSIS ketika itu, ketua OSIS terbaik nasional dengan program unggulannya, Cendana Fair. Danang juga sebagai peserta olimpiade nasional cabang Kimia. Syaiful banyak belajar darinya. Di SMAN 5 Syaiful masih menjadi bintang kelas yang selalu menjadi juara satu dan dua, menjadi juara II olimpiade kimia sepropinsi Bengkulu, juara III lomba Geografi, Juara II Lomba science Biologi di Universitas Bengkulu, dan masih banyak lagi.

Banyaknya prestasi yang diraih mengantarkan Syaiful masuk ke IPB melalui jalur Undangan Seleksi Masuk IPB (USMI), jalur ini menjaring siswa-siswa SMA berprestasi masuk ke IPB tanpa tes. Sebagai masyarakat desa, masuk ke IPB, salah satu universitas ternama di negeri ini adalah sebuah hal yang sangat membanggakan. Itulah yang dirasakan oleh keluarga Syaiful, sampai-sampai hal ini dirayakan dengan menyembelih kambing dua ekor. Syaiful, lagi-lagi menjadi bintang kelas di kuliahnya, di semester pertama Syaiful berhasil mendapat IP 4.00.

Kini Syaiful kembali akan mengukir karyanya, menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dengan memasuki program SGEI, menjadi seorang guru yang akan di kirim ke daerah marginal di seluruh penjuru negeri untuk ikut mencerdaskan bangsa.

“saya cuma ingin meningkatkan harapan (cita-cita) mereka, hidup dengan harapan yang rendah hanya akan menjadikan kita manusia biasa. Anak-anak daerah juga memiliki kemampuan setara dengan anak-anak kota, mereka hanya tidak memiliki kesempatan saja” jawabnya saat ditanya tentang alasan mengapa mau ikut di program SGEI.

Kini 25 tahun berlalu sejak kelahiran, Syaiful telah menjadi pemuda yang menyenangkan menurut sebagian besar temannya.

“Syaiful itu selalu optimis!” ujar Hendra Agustian, sahabat kecilnya.

“mas syaiful itu tertawanya renyah dan menyenangkan” ujar Rahmi Ulfah Senjayani, adik angkat Syaiful, mahasiswa kedokteran universitas andalas semester sembilan yang sedang menyelesaikan tugas akhirnya.

“bang syaiful itu anak kesayangan di keluarga, karena bisa menjadi problem solver dan sabar” Kata Iswahyudi, adiknya, yang sedang menyelesaikan tugas akhir di Teknologi Hasil Pertanian Universitas Andalas, Padang.

Nasi memang sudah menjadi bubur sejak Syaiful berusia satu tahun, sejak Syaiful menjadi penyandang disabilitas (cacat). Kemudian Syaiful memiliki dua pilihan, terus bersedih dan putus asa, atau menjadikan bubur itu enak dan berharga mahal? Syaiful memilih yang kedua, menjadikan nasi yang sudah menjadi bubur itu, menjadi bubur ayam yang nikmat dan bisa dinikmati oleh siapapun.

Di dunia ini sebenarnya tidak ada kondisi baik dan buruk, semua tergantung dari sudut pandang kita masing-masing

(Syaiful Hadi, 2011)

6 thoughts on “Sekelumit Tentang SyaiHa”

  1. keep writing syaiha, your writing will always everlasting

  2. Jujur, pertama kali melihat tulisanmu di kompasiana, saya tetep Bingung membedakan mana syaiful Hadi mana Syaiful Bahri. Saya kira, yang ini syaiful Bahri. Tulisannya bagus. Enak dibaca.. Semoga terus menjadi orang yg bermanfaat.

    • nama syaiful memang banyak yang menggunakannya, namanya pasaran.. atau namanya memang bagus dan banyak yang meminatinya.. hehehe

      terimakasih sudah mampir, salam

  3. salam kenal dari kediri gan…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s