Tags

, , , , , , , ,

Berbuka puasa adalah momen yang ditunggu dan membahagiakan, bukan? Kita juga terkadang berpikir ingin balas dendam dan melahap apapun yang ada di meja makan saat berbuka. Sepertinya wajar karena seharian kita menahan lapar dan haus. Tapi kenyataannya saat berbuka tiba, kita urung melakukannya. Mengapa? Karena ternyata ketika sudah meneguk satu gelas air manis yang dingin (entah itu teh, sirop, kelapa muda, atau apalah), keinginan untuk memakan semuanya sirna. Satu gelas tadi sudah cukup mengenyangkan dan membahagiakan. Lagian juga kita dilarang untuk berlebihan dalam berbuka. Toh, inti berpuasa kan menahan, termasuk menahan diri untuk tidak rakus dalam berbuka.

Berbuka puasa adalah satu dari dua kebahagiaan yang dijamin oleh Rasulullah, “Ada dua kebahagiaan bagi orang yang berpuasa, pertama adalah kebahagiaan saat berbuka dan satu lagi adalah kebahagiaan saat nanti dimasukkan ke syurga karena puasa kita”

Bolehkah kita bahagia saat berbuka? Tentu saja boleh. Tapi bagi kita yang berilmu, seharusnya (selain bahagia), kita juga menanamkan rasa cemas dan takut saat berbuka. Kok waktu berbuka malah takut dan cemas sih? Baca terus ya..

Yang saya maksud adalah cemas dan takut kalau-kalau puasa kita seharian ini tidak diterima sebagai amal shalih kita. Bukankah rasulullah juga pernah bilang, “Banyak orang Islam yang berpuasa, tapi tidak mendapatkan apapun kecuali lapar dan haus saja!!”. Ahh.. rugi rasanya jika ini terjadi pada kita. Maka saat berbuka puasa, lebih baik kita juga berdoa kepada Allah agar ibadah kita seharian ini diterima di sisi Allah sebagai amal shalih.

Saat seharian berpuasa, tentu banyak hal-hal kecil yang mungkin merusak kesempurnaan puasa kita. Banyak dari kita yang perutnya berpuasa tapi lidah masih lancar bergunjing membicarakan aib orang lain atau berdusta. Ada juga yang perutnya berpuasa tapi mata masih saja asik menikmati tontonan yang tidak senonoh. Perutnya rela menahan lapar dan haus seharian tapi lalai dalam shalat, apalagi sampai tidak melaksanakannya.

Makanya saat berbuka berdoalah agar diampuni dan puasa kita diterima. Saat berbuka, yuk jangan lupa beristighfar sebanyak mungkin dan berharap puasa kita seharian ini diterima di sisi Allah swt.

Selamat menanti waktu berbuka! Ah.. padahal masih lama.. Semoga Allah mencukupkan ibadah kita jika memang masih kurang, dan memaafkan jika ada ibadah kita yang berlebihan.

Salam Ukhuwah, SYAIFUL HADI.