Tags

, , , , , ,

Jika kita membaca Al Quran, di ayat 30 surat Al Anbiya kita akan menemukan sebuah ayat yang bisa menjadi renungan buat kita semua, “..dan dari air kami jadikan segala sesuatu yang hidup..”, ayat ini secara jelas menyatakan bahwa air adalah zat yang sangat penting bagi kehidupan. Maka lumrah kita dengar bahwa munculnya pemukiman di masa sejarah adalah dimulai dari pinggir-pinggir sungai.

Kita mengenal sungai Nil yang selalu banjir setiap tahun sehingga tanah di sekitarnya menjadi subur dan cocok dijadikan lahan pertanian. Keadaan ini menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya. Selain sungai Nil, kita juga mengenal sungai Tigris, sungai Eufrat, sungai Musi, Bengawan Solo, sungai Kapuas, dan masih banyak lagi, dan saya yakin sungai-sungai ini juga mencari sumber penghidupan bagi masyarakat sekitarnya.

Tidak kah pula kalian perhatikan bahwa setiap ada tempat wisata, maka wisata air itu menjadi tujuan yang mengasikkan. Selalu ramai oleh pengunjung bukan? Ada Pasir Panjang di Singkawang, Kalimantan Barat. Pantai Abrasi di Mukomuko, Bengkulu. Pantai Kuta, Bali. Pantai Parang Teritis, Jogja. Taman Matahari, Puncak, Bogor. Ancol, Jakarta. Dan masih banyak lagi tempat wisata, dari ke semua itu bisa dipastikan wahana air menjadi tujuan yang hampir selalu ramai. Silakan saja perhatikan.

Selain itu, air juga menjadi komponen yang paling dominan dalam tubuh makhluk hidup. Sekitar 80% tubuh balita terdiri air, sedangkan untuk orang dewasa 70% tubuhnya adalah air, dan pada lansia sekitar 50%. Intinya air adalah sesuatu hal yang penting bagi kehidupan kita, terlebih lagi untuk tubuh kita yang memang sebagian besar adalah air.

Maka untuk menjalankan fungsi tubuh semaksimal mungkin, apalagi saat puasa ini, tubuh memerlukan asupan cairan yang cukup, melalui makanan, metabolism oksidatif, dan minuman.

Lalu seberapa besarkah asupan cairan tubuh yang baik dalam sehari? Jika pertanyaan ini dilemparkan ke masyarakat, akan muncul beragam jawaban. Namun menurut Rachmi Untoro MPH, “Prinsipnya tubuh memerlukan 30 ml air setiap kilogram berat tubuh kita”. Dengan aktivitas ringan, tubuh kita harus disegarkan dengan 2 kg sampai 2.5 kg, ini setara dengan 8 sampai 10 gelas sehari.

Wah banyak banget tuh yang harus diminum? Emang!! Tapi biasakanlah meminum sebanyak itu dalam sehari. “Karena kurang 1 persen saja akan menyebabkan rasa haus dan mengganggu mood anda” kata Prof Dr Ir Hardinsyah MS, ketua umun Pergizi Pangan Indonesia.

Selanjutnya, kekurangan 2, 3, dan 4 persen cairan tubuh akan mengakibatkan stamina tubuh menurun, aktivitas keseharian kita akan terganggu. Bahkan jika sampai kekurangan 7 persen cairan tubuh bisa mengakibatkan tubuh anda pingsan. Semakin sering tubuh kekurangan cairan bisa berakibat fatal seperti resiko batu ginjal, infeksi saluran kencing, kanker usus besar, serta gangguan kelenjar ludah.

”Untuk menghindarinya, minum secukupnya pada kondisi biasa dan teguk lebih banyak di lingkungan dingin, saat berkeringat, demam, dan ibu menyusui” imbuh Hardinsyah yang menjadi international expert working group on Hydration for Health.

Minum memang penting, namun berlebihan juga tidak baik, bukan? Bukan kah semua yang berlebihan itu tidak baik? “Kelebihan cairan akan mengakibatkan ketidakseimbangan elektrolit tubuh” tambah Hardinsyah.

Yuk kita minum air putih secukupnya mulai sekarang demi masa depan yang baik!

Salam Ukhuwah, SYAIFUL HADI.