Tags

, , , , , , ,

Sudah menjadi kebiasaan ku mencongak (menghitung cepat) ke siswa dan bagi siapa saja yang bisa menjawab akan bisa pulang lebih dahulu. Hal ini kulakukan hanya untuk meningkatkan kemampuan operasi hitung dan having fun aja. Kerap siswaku tertawa terpingkal-pingkal karena perkalian yang ku lontarkan sangat mudah tapi justru mereka bengong sejenak untuk menjawab.

Seperti hari ini, kejadian itu terulang di kelas lima sebelum pulang sekolah “Satu dikali satu?!?!?!?!?”

Semua diam berpikir.. Satu kali satu berapa ya?? Hingga ada seorang siswa yang berteriak (setelah bengong beberapa saat tuh..) “Satu, Pak!!!!!”

“Yak, kamu sayang, silakan pulang” Ia pun maju dan cium tangan lalu pulang.

Soal yang berbeda aku lontarkan lagi ke siswa kelas lima ku hari ini, “Tujuh kali tujuh?!?!?!?!?”

Siswa yang belum bisa menjawab tidak lebih dari 10 orang lagi, sedangkan siswa yang sudah bisa menjawab bukannya pulang malah ngumpul di pintu dan tertawa-tawa riang.

“Ayo sayang, masa nggak ada yang tahu tujuh kali tujuh?” tanya ku penasaran, “Pakai jari matika yang pernah bapak ajarkan”

Barulah mereka yang masih di dalam kelas itu menggunakan jari mereka untuk berhitung. Tak berapa lama, “Empat puluh sembilan, Pak”

“Yak benar, ayo sayang silakan pulang”

Hari ini adalah hari pertama saya masuk di kelas lima. Ketika kelas empat kemarin saya tidak pernah masuk kelas mereka. Akibatnya saya benar-benar buta tentang mereka. Belum tahu kemampuan perkalian mereka, belum tahu siapa yang slow learner dan fast learner, belum tahu mana yang ABK dan bukan, dan sebagainya.

Mencongak tadi setidaknya menjadi sarana ku untuk lebih mengetahui kemampuan mereka dalam perkalian. Hasilnya? Silakan simpulkan sendiri dari percakapan di atas.

Tidak ada yang tidak mungkin, asal terus berusaha dan berdoa, maka saya yakin kemampuan mereka akan meningkat. Beri saja saya sedikit waktu untuk memperbaikinya.

Sebelum pulang semua, saya teriak, “Matematika!!!!!!”

“Aku bisa!!! Aku bisa!!! Aku bisa!!! Yes!!!!” jawab mereka serentak.

Yak, teriakan itu hanya sebuah afirmasi untuk alam bawah sadar mereka bahwa mereka pasti bisa matematika! Lambat laun mereka akan sadar bahwa mereka bisa! Selamat berkarya!

Salam Ukhuwah, SYAIFUL HADI.