Tags

, , , , , , ,

Ini adalah hari pertama Ramadhan tahun ini, Ramadhan yang kurasakan berbeda seperti tahun-tahun sebelumnya. Apakah karena tahun ini aku berpuasa jauh dari keluarga? Tentu saja bukan, karena sejak tahun 2003 aku sudah jauh dari orang tua!

Ramadhan kali ini memang sedikit berbeda! Seperti ada sesuatu yang hilang! Biasanya jauh-jauh hari sebelum Ramadhan aku sudah merasa bahagia sekali, tapi kini mengapa semuanya hambar? Hingga tadi malam aku belum bisa mengidentifikasi apa yang hilang tersebut, tapi kini aku menemukannya! Ramadhan kali ini berbeda karena aku kehilangan teman-teman sebaya yang biasanya selalu berlomba mengisi bulan suci ini dengan berbagai kegiatan yang baik.

Di pedalaman Kalimantan ini aku tidak menemukan anak-anak muda seusiaku yang rajin ke masjid dan tilawah serta ibadah. Masjid diisi oleh orang-orang yang sudah tua semua. Kalau pun ada anak mudanya, mereka hanya bercanda dan tertawa nggak jelas saat shalat. Apalagi Shubuh tadi, masjid hanya diisi oleh 7 orang, termasuk diriku. Padahal ketika di Bogor kemarin, masjid-masjid selalu ramai oleh anak-anak muda! Mereka tarawih, tilawah, dhuha, dan shalat malam!

Ya Allah, apakah selama ini aku beribadah hanya karena mereka  teman-temanku? Inilah kekhawatiran pertama ku setelah tahu bahwa Ramadhan kali ini berbeda dikarenakan tidak ada teman-teman yang juga rajin ke masjid dan beribadah. Padahal kalau dalam agama saya, Islam, beribadah itu harus ikhlas karena Allah, bukan karena yang lain!

Ah.. Ikhlas itu memang cuma satu kata, tapi susah sekali melakukannya, bukan?

Aa Gym bilang, “Ikhlas itu adalah kualitas dan kuantitas ibadah mu sama baik di tempat ramai maupun sepi! Kalau di tempat ramai kamu khusyuk dan sering beribadah tapi saat sendirian kamu asal-asalan ibadahnya, maka keikhlasanmu harus diperiksa”. Tapi aku berharap, Allah melindungi ku dari ketidak ikhlasan ini.

Hal kedua yang aku sadari adalah bahwa memiliki lingkungan dan teman-teman yang baik itu penting. Orang yang bergaul dengan penjual parfum tentu paling tidak ia juga akan terkena harumnya bukan? Ada lagi, jika kalian ingin tahu bagaimana sifat dan karakter seseorang maka lihatlah bagaimana sifat dan karakter teman dekatnya!

Dulu ketika memiliki teman-teman yang baik dan rajin beribadah, biasanya setiap Ramadhan, kami selalu membuat kegiatan, buka puasa bersama anak-anak yatim piatu, menjual sembako murah, kajian rutin menjelang buka puasa, dan sebagainya. Kini, di pedalaman Kalimantan ini, Ramadhan ku kosong dari kegiatan itu.

Salam Ukhuwah, SYAIFUL HADI.