Tags

, , , , , , ,

Dari kecil aku sudah suka sekali menonton film. Apalagi sejak kecil, saat televisi masih menjadi barang mewah, aku justru sudah memilikinya. Masih jelas teringat, rumah ku selalu penuh sesak mulai dari selesai Shalat Isya hingga jam 9an.

Kesukaan ku kepada film bermula dari film serial semacam Satria Baja Hitam nya Kotaro Minami, Dragon Ball, dan Saint Seiya! Ketiga film ini tidak pernah terlewatkan sekalipun. Sedangkan untuk film box office, film pertama yang membuatku takjub adalah film Mortal Combat dan Indipendence Day.

Kotaro Minami adalah tokoh utama dalam film serial Satria Baja Hitam. Si pembela kebenaran yang pantang menyerah dan suka menolong ini secara tak sengaja sudah mengajarkan nikmatnya berbagi dan menolong orang lain. Pernah suatu hari aku mendapatkan sebuah amplop kiriman dari seseorang yang berisi uang, ternyata ucapan terimakasih karena aku pernah berbuat baik kepadanya. Sayang amplop itu tidak disertai nama dan tidak disebutkan kebaikan apa yang sudah kulakukan untuknya.

 

Sedangkan jika di film kartun Saint Seiya, tokoh Ikki si Phoenix adalah tokoh kesukaan ku. Walau terkesan sombong, Ia adalah yang terkuat dibandingkan Seiya yang lainnya. Mungkin dari sinilah aku selalu merasa bahwa jika bukan yang terbaik, maka ia pecundang! Aku selalu terobsesi untuk menjadi yang terbaik. Terus lebih baik dari ke hari untuk mewujudkannya. Bahkan ada sebagian teman yang menganggap aku memang terkesan sombong, ah si Phoenix merasuk kuat di pikiran ku.

 

 

Tokoh utama dalam film kartun Dragon Ball, Son Goku merupakan tokoh idola. Karakternya yang pantang menyerah dan menyukai tantangan ini benar-benar merasuk dan mengendap dalam pikiranku. Apalagi di setiap pertarungan yang dilakukan, Son Goku akan mengeluarkan kemampuannya semaksimal mungkin dan biasanya kekuatannya akan meningkat setelahnya. Maka ketika kecil itu secara tak sengaja aku sudah belajar makna menghadapi masalah. Semakin sering kita menghadapi masalah dalam hidup, maka kemampuan kita menyikapi hidup ini akan menjadi semakin baik.

 

Kalian pasti tahu kalimat bijak ini, “Ketika aku meminta kebijaksanaan kepada tuhan, Ia justru menurunkan beragam masalah untuk ku hadapi”. Seperti Son Goku yang selalu menjadi lebih kuat setelah pertarungannya, kita juga akan menjadi semakin bijaksana setelah menghadapi masalah hidup.

Selain pantang menyerah dan menyukai tantangan, Son Goku juga akan melakukan latihan yang berat jika lawan yang dihadapinya jauh lebih kuat. Misal, Ia akan berlatih di ruang waktu. Sebuah ruang yang waktunya lebih cepat dibandingkan waktu sebenarnya serta memiliki gravitasi 100 kali lebih kuat.  Sekali lagi, Son Goku mengajarkan bahwa kemenangan itu datang akibat persiapan yang baik! Bukan hadiah cuma-cuma.

Bayangkan jika semua pemuda Indonesia memiliki karakter seperti Son Goku, pantang menyerah dan menyukai tantangan serta melakukan persiapan untuk menjalani kehidupan! Jika itu yang terjadi, mungkin pengusaha muda akan tumbuh lebih banyak dibandingkan sarjana muda yang menunggu tes PNS! Jika itu yang terjadi, mungkin kasus perjokian dan mencontek masal tidak pernah ada!

 

Tapi semua tokoh itu tidak nyata, maka susah juga mencari orang dengan karakter seperti mereka. Tapi mari kita berharap untuk masa depan negeri ini yang lebih baik.

Salam Ukhuwah, SYAIFUL HADI