Tags

, , , ,

Sejak saya kuliah beberapa tahun lalu, fenomena menikah muda sudah ramai. Bahkan hingga sekarang hal ini masih ramai, terbukti beberapa undangan dari adik kelasku di beberapa grup FB menyesaki pemberitahuan akun ku. Ah lagi-lagi aku dilangkahi, batinku.

Bagiku, menikah muda itu keren! Saat pemuda seusia mereka memilih untuk bersenang-senang saja dengan status pacaran yang nggak jelas, mereka malah berani mengambil sebuah langkah dan tanggung jawab yang besar. “Menikah muda itu sarana mengupgrade kualitas diri bro!!” ujar seorang kawan yang sudah duluan menggenapkan agamanya.

Tapi suatu ketika sms dari seorang kawan lain yang juga sudah menikah mengejutkan ku, “Aslm.. Akhi, sedang sibuk kah?”

“Wslm.. Nggak, ada apa akh?” jawabku menirukan logat-logat seperti di film KCB dan yang sejenisnya.

“Ane mau curhat nih..” dia mulai serius.

“Ada apa akh? Kalau emang lagi ada masalah, telepon aja. atau kita ketemuan aja gimana?”

“Ane lagi nggak mood untuk telepon, kalau boleh ane sms aja ya”

“Oh, ya udah silakan..” jawabku, “mau curhat apa?”

“Ane nyesel menikah muda akh? Ternyata menikah itu tidak selalu indah” ujarnya agak kecewa.

Aku jadi benar-benar penasaran. Ada apa ini? Ia memang menikah melalui perantara seorang guru ngaji, tapi beberapa bulan lalu ia seperti bahagia sekali, kenapa sekarang begitu kecewa? Apakah istrinya tidak sesuai dengan harapannya? Tapi bukankah tidak ada manusia yang sempurna? sahabat ku itu tahu benar akan hal itu.

“Istighfar akh..”

“Syukron akh” jawabnya singkat, “menikah itu memang tidak indah, tapi INDAH SEKALI!! Ane nyesel kenapa tidak menikah dari dulu.. wkwkwkwk”

“Sial.. ane pikir ente serius!! Mupeng nih ane!!”

“Makanya buruan menikah! Kerja udah, kebun sawit juga ada, mau apa lagi?”

“Doakan aja broo!!” jawabku singkat, malas membicarakan hal itu.

Begitu nikmatkah menikah? Sepertinya sih iya, karena sahabatku yang lain malah sampai sms begini kepadaku, “Sejak menikah, kalau mau shalat lima waktu, aku pasti mandi wajib dulu.. hahaha”

“!!?!?!?!?!?!?!?!?”

Salam Ukhuwah, SYAIFUL HADI.