Hari ini aku membaca blog nya EKO PRASETYO atau yang biasa disapa Must Prast, seorang editor jawa post. Mungkin karena memang tulis-menulis adalah dunianya, makanya selalu saja nikmat setiap melahap tulisannya di blog itu. Aku banyak belajar dari tulisan-tulisannya.

Salah satu tulisannya yang berjudul Nilai Sebuah Endorsement mengundangku untuk membacanya. Penasaran saja, soalnya aku tidak tahu apa itu endorsement? Memang membaca itu biasanya bermula dari rasa penasaran oleh judul yang disajikan.

Tulisan itu berisi tentang Sirikit Syah, mantan Pemimpin Redaksi Surabaya Post dan juga seorang sastrawan Unesa yang baru saja mengirimkan endorsement kepada buku Eko Prasetyo yang berjudul Rumah Kartu. Buku ini adalah kumpulan puisi yang sudah digarapnya sejak tahun 2008 dan yang membuatku terharu adalah buku ini merupakan kado istimewa untuk istrinya, oohh.. so sweet.

Bagi seorang perempuan yang memang lebih dominan perasaan dibandingkan rasionalitasnya, maka bisa dibayangkan bagaimana senangnya mendapat sebuah kado berupa buku yang memang sengaja dibuatkan untuknya, bisa dipastikan wajahnya akan bersemu merah merona nanti.

Tulisan itu juga mengingatkan ku pada liriknya Ada Band, Karena wanita ingin dimengerti, manjakan dia.. dengan kasih sayang.. Ya, wanita memang harus dimengerti dan disayangi! Jika anda sekarang seorang suami, maka jangan sungkan untuk mengatakan, sayang.. masakan kamu sore ini enak sekali.. atau terimakasih ya sayang, sudah menjadi bagian hidupku.. atau sekedar berkata, kamu cantik hari ini. Percayalah, dengan kalimat sederhana itu sudah cukup membuat istri anda tersenyum bahagia, ia merasa dimengerti dan dihargai.

Selain pujian, kado istimewa di hari ulang tahun juga merupakan bentuk kasih sayang kepada pasangan kita. Jika Must Prast memberikan kado berupa buku, seorang teman memberikan rekaman video ucapan selamat ulang tahun untuk calon istrinya di belahan bumi sana dengan surat. Ia sengaja memakai jasa surat (paket) karena terkesan lebih romantis, dan benar saja, sang calon istri sampai menangis terharu mendapatkan perlakuan itu. Ah kadang yang menurut lelaki adalah hal wajar dan sepele, tapi ternyata istimewa bagi wanita.

Tapi bagi yang belum menikah, jangan pula sembarangan memberikan perhatian dan pujian kepada lawan jenis. Aku jadi ingat, pernah ada seorang sahabat perempuan yang sampai menangis tersedu-sedu, curhat karena cintanya ditolak oleh laki-laki. Ia berkata, “Kalau dulu ia tidak memberikan perhatian lebih dan tidak memberikan harapan, saya juga tidak akan seperti ini! Kalau memang tidak cinta harusnya sejak dulu tidak usah sok perhatian dan ngasih harapan!” kesalnya.

Nah makanya jangan melempar kail dimana-mana dan menunggu dimakan oleh ikan besar dan nikmat. Kasihan ikan-ikan kecil lain yang tak berdosa. Mendingan tentukan mau menangkap ikan apa, kamudian pilih kail dan umpan yang sesuai saja.

Wanita dengan segala kelebihan dan kekurangannya adalah sebuah karya seni tuhan yang hebat. Mengapa? Karena di balik kelembutan dirinya, tak sedikit tuh yang jatuh karena wanita. Seorang suami yang jujur, polos, dan sederhana bisa saja menjadi karuptor ulung karena bujukan istri yang ingin cepat kaya.

Bahkan dalam sejarah dunia, kita mengenal Julius Caesar yang gagah perkasa justru tunduk di bawah kakinya Cleopatra, Napoleon Boneparte, singa daratan Eropa tergila-gila kepada Margareth Yosephin. Sedangkan di era modern ini kita mengenal Perdana Menteri Uno di Jepang yang didesak mengundurkan diri karena hubungannya dengan Geisha, kemudian politikus muda dari partai Demokrat di Amerika, Garry Hart yang masih muda tidak bisa melanjutkan karier politiknya karena skandalnya dengan Dona Rise, dan peristiwa gegernya politik Inggris karena ulah Pamela Bordes, pelacur kelas kakap yang mencari mangsa jutawan.

Ah wanita, walau ada yang bilang engkau adalah racun dunia, aku masih tetap mengagumimu. Lagian sampai saat ini aku masih tidak tertarik untuk menikah dengan sesama lelaki, masa jeruk minum jeruk??

Membaca tulisan Must Prast, membuatku juga ingin menulis sebuah buku untuk istriku nanti, sepertinya menarik. Semoga saja.

Salam Ukhuwah, SYAIFUL HADI.