Anak adalah anugerah terindah dari sang khalik kepada pasangan suami istri. Hadirnya anak dalam keluarga adalah pelengkap kebahagiaan dan tidak bisa dipungkiri bahwa ketiadaannya membuat kebahagiaan pincang. Pincang bukan berarti tak bahagia, hanya sedikit tak lengkap saja.

Sejalan dengan waktu anak akan terus tumbuh dan berkembang menjadi seorang individu. Pertumbuhan dan perkembangan anak adalah hal yang wajar pada semua anak. Pada masa ini peran orang tua dan anggota keluarga sangat penting karena mereka lah yang lebih dekat dengan sang anak. Anak akan meniru bagaimana orang tua nya bertutur kata, bertindak, dan bersikap. Maka sebagai orang tua diharuskan hati-hati dan mengerti bagaimana perkembangan yang terjadi pada anaknya agar tidak salah bertindak.

Memperhatikan Perkembangan Anak

Usia 0-1 tahun. Pada usia ini anak akan lekat kepada ibu sebagai orang tua dan pengasuhnya. Inilah lingkungan pertama si anak. Walau pada usia ini anak belum bisa melakukan komunikasi verbal, namun disarankan untuk ibu-ibu menatap mata anak saat menyusui agar bayi menjadi tentram. Dekap lembut dan penuh kasih sayang sehingga ia merasa nyaman. Dan sesekali ajaklah ia berbicara walaupun belum paham, diyakini bahwa anak akan merasa mendapat perhatian anda.

Usia 1-3 tahun. Pada masa ini anak sudah belajar berjalan, berbicara, dan beradaptasi dengan lingkungan. Anak sudah mulai mengenal sebab akibat dan membentuk perspektif dirinya. Pada masa ini juga lah peran orang tua dan keluarga menjadi sangat dominan bagi perkembangan si anak.

Usia 3-5 tahun. Pada masa ini lah anak menjadi sangat agresif, selalu ingin tahu. Kemampuannya yang sudah bisa berkomunikasi dengan orang lain, membuatnya ceriwis dan selalu bertanya ini dan itu kepada orang tua. Jika orang tua tidak bijak menyikapi hal ini, maka bisa berakibat fatal bagi perkembangan anaknya.

Pada usia ini anak juga sudah mulai belajar bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, memahami hal-hal yang pantas secara sosial, serta mengetahui mana yang baik dan tidak. Secara tidak langsung hal ini akan meningkatkan nilai-nilai kebaikan pada diri anak. Apabila sudah mempunyai pola pemikiran seperti ini, maka dukungan orang tua sangat dominan untuk mendorong sikap kepribadian anak yang telah tumbuh.

Pada usia ini anak juga suka bermain hingga terkadang lupa waktu, maka orang tua harus bijak menyikapinya. Terlalu keras melarang atau membiarkannya juga bisa tidak baik untuk anak.

Usia 5-7 tahun. Sensitivitas anak sudah semakin meningkat pada masa ini. ia akan merasa takut kepada orang tua jika melakukan kesalahan. Akibatnya ia akan merasa tercekam dan sedikit menjauhi orang tuanya. Hal ini bisa berdampak ke pergaulannya dengan teman-teman. Perasaan bersalah ini akan membuatnya lebih banyak diam di depan teman-temannya.

Pada masa ini orang tua harus bisa mencair dengan sang anak. Jika anak berbuat salah, maka maafkanlah dan beri pengertian bahwa manusia memang tampatnya salah dan lupa. Berikan pengertian juga bahwa ia harus belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya lagi. Itu saja.

Salam Ukhuwah, SYAIFUL HADI.