Sepertinya bahasa Inggris adalah bahasa yang harus dikuasai di era sekarang, tidak bisa bahasa Inggris, maka karier dan pendidikan bisa terhambat. Tidak percaya? Coba saya lihat beberapa persyaratan untuk melamar pekerjaan di perusahaan besar dan bonafit serta syarat untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Hampir dipastikan ada syarat yang berbunyi, mampu berbahasa Inggris dengan baik, atau TOEFL minimal 550.

Setiap individu memang memiliki pandangan masing-masing mengenai penting atau tidaknya bahasa Inggris ini. Untuk akademisi, politisi, artis, dan pengusaha, menguasai bahasa Inggris adalah perlu demi karier mereka, tapi untuk petani tradisional yang berangkat pagi dan pulang petang, yang kesehariannya mencangkul di sawah, bahasa Inggris tidak menjadi kebutuhannya.

Bagi Indonesia, Bahasa Inggris adalah bahasa asing pertama yang harus dikuasai. Itulah sebabnya sekarang di SD kelas tinggi (4,5, dan 6) sudah diwajibkan ada pelajaran bahasa Inggris. Bahkan untuk sekolah-sekolah mapan, pelajaran bahasa Inggris ini sudah ada sejak kelas 1. Padahal di jaman saya dahulu, bahasa Inggris baru saya jumpai ketika duduk di bangku kelas 1 SMP.

Sebegitu pentingkah bahasa Inggris?

Bahasa Inggris merupakan bahasa resmi yang digunakan di lebih dari 100 negara di dunia. Bahasa Inggris juga merupakan bahasa internasional untuk bisnis, olahraga, akademik, ilmu pengetahuan, teknologi, periklanan dan diplomatik.

Selain itu banyak pula buku berbahasa asing yang hanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris. Seperti saat saya kuliah dulu, hampir semua buku yang ada di perpustakaan kampus, menggunakan bahasa Inggris. Maka jika tidak bisa berbahasa Inggris, dipastikan akan kesulitan menyelesaikan tugas-tugas kuliah yang jumlahnya bejibun.

Dulu ketika kuliah, Saat berselancar di dunia maya dan ingin mencari hal-hal penting tentang tugas dari dosen, biasanya saya juga lebih suka memilih situs yang berbahasa Inggris. Entah mengapa saya lebih percaya dengan informasi yang disajikan. Atau memang karena mencari informasi dalam bahasa Indonesia itu susah. Mengapa hal ini terjadi?

Ternyata, 80% informasi elektronik hanya tersedia dalam bahasa Inggris. Sedangkan 20% bagian yang lainnya itu tidak semuanya didominasi oleh bahasa Indonesia, tetapi juga bahasa asing non-Inggris lain, seperti bahasa Cina, bahasa Jepang, bahasa Perancis dan sebagainya. Jadi bayangkan hanya berapa persen dari seluruh informasi di internet yang tersaji dalam bahasa Indonesia? Sangat sedikit, bukan!

Berikutnya saat menyusun Skripsi, ketika itu semua jurnal yang saya pakai berbahasa Inggris. Karena memang para peneliti dan ilmuwan di seluruh dunia berkomunikasi satu sama lain dalam bahasa Inggris. Konferensi ilmiah diadakan dalam bahasa Inggris dan hasil-hasil penelitian juga dipublikasikan dalam jurnal berbahasa Inggris. Lebih dari dua pertiga ilmuwan di seluruh dunia membaca dalam bahasa Inggris.

Mungkin masih banyak lagi alasan mengapa bahasa Inggris itu penting. Silakan menambahkan.

Yang jadi permasalahan sekarang adalah kesenjangan pendidikan yang terjadi antara pusat dan daerah. Untuk pemerintah pusat, DKI dan sekitarnya, SDM pendidik untuk bahasa Inggris sangat mudah ditemui, tapi tidak di daerah. Salah satu contoh saja, sekolah tempat ku mengabdi sekarang, di pedalaman Kalimantan. Tidak ada guru yang bisa mengajarkan bahasa Inggris, makanya tidak ada pelajaran bahasa Inggris disini.

Tapi walau bahasa Inggris begitu penting, kita masih tetap harus bersyukur karena sampai saat ini belum ada calon mertua yang bilang ke calon menantunya begini, “Kalau ingin menikahi anak saya, kamu harus mampu berbahasa Inggris! Dibuktikan dengan skor TOEFL, minimal 550”

Ada-ada saja..

Salam Ukhuwah, Syaiful Hadi.