Tags

, , , , , ,

Ketika iseng searching di Google dengan kata Kunci Syaiha, ternyata empat besar adalah akun dan artikel ku di kompasiana. Ckckckck..

Dok Pribadi

Nama lengkapku sebenarnya adalah Syaiful Hadi, bukan orang kaya apalagi terkenal. Hanya orang biasa yang kadang galau, kadang senang, kadang sedih, kadang nggak merasa apa-apa, hambar.

Ketika kecil pernah diganti nama menjadi Suripto. Alasannya adalah nama Syaiful Hadi terlalu berat, akibatnya saya kena polio.

Ada-ada saja tuh dukun, apa hubungannya nama dengan polio?

Kalau di keluarga biasanya dipanggil Ipul, di SMA atau di Bengkulu dipanggil Bang Haji, tapi kalau di Bogor (di kampus IPB) biasa dipanggil Syaiha, singkatan dari Syaiful Hadi. Yah, kita semua mungkin punya panggilan sayang masing-masing bukan?

Teman saya ada yang dipanggil Obeng, singkatan dari orang bengkel, karena ayahnya bekerja di bengkel. Teman yang lain dipanggil Karbit, karena kalau kentut bau nya bukan main. Ada yang dipanggil Unyil karena tubuhnya yang mungil, dan ada yang dipanggil Sontol, karena dulu suka sekali berkata “Gagal maning.. gagal maning..”, kalau pernah menyaksikan film Tuyul dan Mbak Yul pasti tau.

Lalu apa panggilan sayang kalian sahabat ku?

Panggilan sayang itu pasti ada asal-muasalnya, entah itu ciri fisik, kebiasaan, bau badan, pekerjaan, hobi, dan sebagainya. Seperti dua panggilan sayang ku itu (Bang Haji dan Syaiha), beginilah ceritanya.

Ketika SMA kelas 3, waktu itu tidak ada guru. tiba-tiba teman akrabku maju ke depan kelas dan berteriak.. “Woy kawan-kawan, cubolah liek Syaiful!! (Woy temen-temen, coba liat Syaiful!)”.

Sontak semua mata menuju ke arahku yang duduk di bangku belakang.

“Kalu diperhatikan, Syaiful itu mirip Rhoma Irama dak? Miripkan?!?”. Kini yang lain semuanya tergelak, termasuk diriku.

“Nah mulai sekarang cak mano kalau Syaiful kito panggil Bang Haji?”

“Yooooo…” semua sepakat, dan mulai sejak itulah, semua teman SMA ku memanggilku Bang Haji. Semoga saja nanti diberi kesempatan untuk berhaji beneran. Amin.

Kok dipanggil Syaiha?

Ketika kuliah, saya aktif di Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang kerjaannya sering rapat membuat aturan-aturan untuk BEM. Nah pas rapat inilah, pemimpin rapat memanggil ku, “Coba Syaiful silakan sampaikan pendapatnya!”

Kebetulan ketika itu ada dua Syaiful di DPM, Syaiful Hadi dan Syaiful Bahri, seketika kami berdua berdiri. Semua yang hadir tertawa.

“Baik.. sebelum memutuskan beberapa aturan, kita sepakati dulu untuk dua Syaiful ini, kita panggil Syaiful Hadi dengan Syaiha, dan Syaiba untuk Syaiful Bahri” ujar pemimpin rapat sambil mengetuk palu ke meja.

Kini silakan kalian mau memanggil saya apa, Bang Haji boleh, Syaiha juga oke!