Selepas shalat Jumat, seorang remaja putri datang ke sekolah memintaku untuk mengajarinya Matematika. Sebut saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya), usianya sekitar 15 tahunan, dan sekarang sudah berada di kelas 3 SMP. Tapi perawakannya bongsor, kalau melihat pertama kali mungkin tidak akan percaya bahwa Ia masih belasan tahun.

Bunga ke sekolah bersama temannya yang juga perempuan, jadi aku tidak berdua-duaan dengannya di perpustakaan. Kan gawat kalau cuma berdua.. hehehe.. Aku mempersilakan mereka masuk dan duduk lesehan.

Aaahh kok datang berdua sih..!!! setan di samping ku protes!

Sesaat kemudian datang Syahrul dan Dandi. Alhamdulillah ada teman lagi, gumamku.

Ini lagi, dua bocah datang terus.. jadi nggak bisa njerumusin syaiha deh..

Aku pun memulai pelajaran tambahan untuknya, Persamaan Linear dan cara memfaktorkan. Ku jelaskan sebentar materinya, kemudian barulah aku memintanya untuk mengerjakan soal yang ada di LKS.

Berkali-kali ia terlihat bingung, makanya aku menyelipkan beberapa humor ringan agar tidak kaku dan stress. Akibatnya beberapa kali pula senyumnya terkembang manis sekali, cantik. Terkadang aku pun memotivasinya untuk tidak takut salah dan rajin mencoba beberapa tipe soal.

Tuh kan syaiha, dia cantik bukan?? Senyum nya masin.. Deketin aja.. Aku meliriknya sebentar, Astaghfirullah.

“Kamu ini aneh loh Bunga..” ujarku.

“Aneh kenape pak?”

“Orang lagi liburan, eh ini malah semangat mau belajar”

“Mumpung Pak. Mumpung ada yang ngajarin. Bapak kan cuma setahun disini. Kalau nggak liburan mau kapan lagi bisa belajar sama bapak?”

Bunga sekolah di kecamatan Singkawang dan tinggal di asrama sekolah. Membutuhkan 3 jam perjalanan dari tempatku mengabdi sekarang. Momen liburan ini sengaja dijadikan Bunga untuk pulang kampung sekalian belajar bersamaku.

Sekitar jam 3 sore aku menyudahi belajarnya, cukup. Tidak baik juga kelamaan. “Masih mau belajar lagi, Bunga?”

“Aok lah Pak (Iya lah, Pak)”

“Bile (kapan)?”

“Kapan bapak sempat aje”

“Ya udah, minta no hape kamu ya bunga, nanti saya sms aja kalau mau belajar lagi” ujarku. “Soalnya belum tentu nih jadwalnya, sering ada acara sya’banan”

Asiikk.. dapet nih no hapenya.. bisa dong kapan-kapan PDKT, syaiha..

Hushh.. dasar setan.. Minggir!!! Malaikat datang dan menghajar si setan..

Pletak…

Gubrak!!! Setan jatuh tersungkur. Syaiha Shalat Ashar.

Salam Ukhuwah, Syaiful Hadi.