Sudah menjadi kebiasaan ku menelpon keluarga di Bengkulu, hampir setiap hari kulakukan itu. Seperti beberapa hari yang lalu, aku menelpon ibu ku, hanya say hallo saja atau bercanda ngalor-ngidul nggak tentu arah. Toh setiap kali aku menelpon selalu gratis.

Tapi hari itu, ibuku berkata, “Nang, mama sakit. Kemarin udah berobat, terus kata dokter harus periksa ke rumah sakit propinsi”

“Ya udah ma, periksa aja ke rumah sakit propinsi” saranku, “Emang gejalanya apa ma?”

“Kaki mama bengkak dan susah jalan jadinya” jelasnya, “Kata dokter kemungkinan jantungnya kena, makanya diminta periksa ke propinsi untuk memastikan”

Hah?!? Jantung? Gumamku dalam hati. “Insya Allah nggak ada apa-apa ma, berobat aja ke propinsi”

Kemudian, Senin sore ibuku memutuskan ke propinsi bersama semua saudaraku untuk memeriksakan penyakitnya. Selasa shubuh baru sampai ke propinsi, Padang, Sumatera Barat. Keluargaku sengaja memilih ke Padang karena adik ku kuliah di sana kemarin.

Hari pertama ibu mendaftar di rumah sakit. Kemudian cuma di rontgen dan diminta puasa agar keesokan harinya bisa diperiksa darahnya. Di hari kedua, pagi hari ibu harus ke rumah sakit lagi untuk diambil darahnya, kemudian harus menunggu sore untuk mendengarkan diagnosa dokter.

Sementara diriku di pedalaman Kalimantan ini, tidak pernah lupa memanjatkan doa agar ibu tidak kenapa-kenapa. Berkali-kali juga aku menelpon ke hape adikku untuk menanyakan hasil diagnosa dokter, tapi selalu saja dijawab, “Belum bang, nanti kalau udah ada hasilnya aku sms abang deh”

Barulah ketika sedang mengikuti yasinan di masjid tadi malam, hape ku bergetar, sebuah sms masuk dari adik ku, “Terjadi pembengkakan jantung, penyempitan salah satu dari 3 pembuluh jantung, hipertensi, asam urat, dan obesitas. Itu diagnosa dokter Bang, didukung hasil pemeriksaan Lab, Rontgen, dan EKI jantung”

“Terus mama harus gimana?”

“Harus rutin minum obat dan dietnya dijaga. Dokter juga minta untuk rutin check up setiap bulan”

“Ya udah lakukan yang terbaik untuk mama, aku cuma bisa kirim doa dari sini”

*****

Sahabat sekalian, Kondisi ibu ku sekarang, masih bisa beraktivitas seperti biasa. Hanya jalan saja yang susah karena kakinya bengkak. Jika sempat bacakanlah Al Fatihah untuk kesembuhan ibuku, tidak lama kok, paling lama juga satu menit. Terimakasih.

Untuk sahabat semua yang masih lengkap semua orang tuanya, berbuatlah yang terbaik untuk mereka, bahagiakan dan buatlah mereka tersenyum. Kita tidak pernah tahu kapan orang tua kita akan meninggal. Bukannya mendoakan, tapi bukankah meninggal itu adalah sesuatu hal yang pasti datang? Makanya, sebelum masa itu datang, segeralah berbuat baik untuk mereka.

Salam Ukhuwah, Syaiful Hadi.