Untuk mu yang sedang berulang tahun..

Hidup adalah hitungan amal, bukan sekedar hitungan waktu. Itulah kalimat mu kemarin malam, saat aku hendak beranjak memeluk mimpi setelah mengucapkan selamat ulang tahun dan doa untukmu.

Sempat termenung sejenak dengan kalimat itu, kemudian aku mengerti mengapa dirimu berkata demikian. Dirimu pasti mengajakku untuk tidak larut dalam kesenangan dan hura-hura belaka di setiap hari lahir ku dan dirimu nanti. Dirimu pasti juga mengajakku untuk berpikir sejenak, di usia yang semakin tua ini, apa yang sudah kita lakukan untuk diri, keluarga, agama, dan bangsa? Sudah banyak kah? Sepertinya belum. Masih sangat minim dan tidak ada apa-apanya.

Kalimat itu juga menyadarkanku untuk kembali mengatur strategi dan menahanku untuk tetap berada dalam barisan pemuda yang tidak hanya larut dalam hedonism, tapi harus menorehkan sesuatu di usia yang singkat ini.

Untukmu yang sedang berulang tahun..

Aku tahu bahwa bertambahnya usia bukan untuk dirayakan. Harusnya menjadi momen muhasabah diri menjadi lebih baik lagi. Itulah mengapa dirimu tidak begitu suka dengan ucapan selamat ulang tahun dari teman-teman.

Tapi walau bagaimanapun, aku hanya ingin membuatmu tersenyum dan bahagia sejenak di titik bertambahnya usiamu. Hanya sejenak saja sebelum kita kembali ke jalur perjuangan yang sudah ditetapkan.

Untukmu yang sedang berulang tahun..

Sekali lagi, selamat menjadi tua. Semoga semakin bijaksana dalam menghadapi setiap detik kehidupan yang dilalui. Dan yang paling utama, semoga semua harapan dan cita-cita mu bisa tercapai. Ingatlah bahwa sebesar apapun harapan mu, sungguh tidak akan menjadi apa-apa jika tidak diikhtiarkan semaksimal mungkin.

Untukmu yang sedang berulang tahun..

Sekali lagi kuucapkan, semoga usia yang sudah dilalui dan yang akan dilalui selalu dalam keberkahan Allah. Amin..

Berdzikirlah selalu wahai cahaya ku..