Image

Pagi hari tanggal 25 Juni kemarin, Siska, Guru Model asal Jogjakarta yang sedang mengabdi di Lombe, Buton, Sulawesi Tenggara mengirim sms kepada ku, “Aslm. Syaiha barokallah ya atas rewardnya. Jadi salah satu peserta SGI terbaik untuk tiga bulan pertama ini”

Aku yang baru aja bangun, kaget ketika Samsung galaxy mini ku bergetar tepat di samping telinga. Kubaca sms itu dan kemudian membalas, “Wslm.. Terbaik apaan mbak?”

“Peserta SGI terbaik untuk tiga bulan pertama ini. Buka email aja, ada lima orang yang dapet reward”

“Emang rewardnya apaan mbak? Saya nggak pernah mikirin yang begituan soalnya, selama ini cuma ngelakuin yang terbaik aja. Apa yang bisa dilakuin, itulah yang saya lakuin di penempatan ini”

“Sip. Good job! rewardnya uang sekian rupiah”

“Wow.. lumayan lah bisa untuk nambah tabungan buat beli kamera”

*****

Sejak pertama dikirim ke Kalimantan Barat, Kab. Sambas, tiga bulan yang lalu, aku malas membaca petunjuk yang diberikan SGI kepadaku. Seingattku dari sekian lembar petunjuk itu, hanya bagian larangan dan sanksi saja yang kubaca dengan baik. Tujuannya, biar aku tahu mana yang dilarang dan sebisa mungkin tidak akan aku lakukan. Bagaimanapun juga, aku harus menjaga nama baik SGI dan Dompet Dhuafa.

Sedangkan bagian tunjangan-tunjangan dan reward itu, tidak kubaca sama sekali. Paling-paling sesekali aku tahu dari teman-teman satu tim ku saja bahwa ada reward peserta terbaik, ada bonus kedisiplinan, ada bonus tulisan, dan bonus-bonus lainnya. Dari sekian bonus itu, bonus peserta terbaik memang yang paling menggiurkan. Maka wajar saja banyak yang menginginkannya.

Dari dahulu, aku memang malas membaca yang begituan, bacaannya berat dan membosankan. Mungkin kalau dibuat kayak novel Tere Liye, aku akan melahap setiap hurufnya dengan nikmat. Hehehe..

Sebagian teman-teman berharap mendapatkan reward itu, sampai ada yang sms dan telpon ke manajemen terkait kriterianya. Aku senyum-senyum saja ketika mendengar kabar itu. Bagiku, dimanapun kita bekerja sekarang, asal kita menjalankan target yang sudah ditentukan dan membuat laporan dengan baik, maka reward dan bonus itu biasanya akan datang dengan sendirinya. Tidak usah memikirkan hal yang begituan. Nikmati saja pekerjaannya.

Ingat satu hal, bekerjalah sebaik mungkin, Allah tidak akan salah memberikan rejeki kepada hambaNya. Alhamdulillah ya Allah semua bonus itu sudah pernah kurasakan..

Salam ukhuwah, Syaiful Hadi.