Image

Cinta tak direstui! Sepertinya sudah sering terjadi, termasuk ke kakak ku beberapa puluh tahun yang lalu. Bahkan kedua orang tua ku dulu juga kabarnya tidak mendapatkan restu dari kakek ketika menikah. Tapi ya akhirnya orang tua mengalah dan mengizinkan anaknya menikah, toh yang akan menjalani kan anak mereka.

Cinta tak direstui bahkan hingga sekarang masih sering terjadi bukan? Ada yang berujung bahagia, namun tak jarang juga berujung duka. Entah duka ke orang tua karena anak kemudian durhaka dan membela pasangannya. Atau duka sang anak karena ngotot saja menikah, eh ternyata pasangannya itu memang tidak baik. penyesalanpun datang, coba kalau dulu ku dengarkan nasihat orang tuaku!

Orang tua jelas menginginkan anak perempuannya mendapatkan jodoh yang sempurna menurut mereka. Menurutku hal ini tidak salah, toh orang tua memang sudah lebih banyak memakan manis pahitnya kehidupan dibandingkan anda yang masih muda. Tapi terkadang ada juga yang hanya ketekutan dan kekhawatiran yang berlebihan. Makanya ketika restu belum juga datang, berpikirlah dingin dan tenang.

Cinta tak direstui bisa datang dari berbagai alasan seperti berikut : Tidak direstui karena alasan materi. Ini yang paling umum terjadi. Hampir semua orang tua menginginkan menantu yang mapan sehingga bisa menghidupi anaknya dengan baik. Lagian tidak ada orang tua yang ingin anaknya hidup kelaparan bukan? Maka wajar saja jika orang tua ingin anaknya mendapatkan jodoh yang cukup materinya. Jika hal ini terjadi pada anda, maka yakinkan ke orang tua bahwa anda akan berusaha dengan baik menghidupi diri sendiri.

Tidak direstui karena alasan fisik. Kasus ini seperti yang kualami, orang tua wanita jelas menginginkan anaknya bersanding dengan lelaki yang sempurna dan tidak cacat. Karena orang cacatkan pasti tidak bisa seleluasa orang normal. Orang tua mungkin khawatir anak perempuannya tidak bisa terjamin keselamatan dan kebutuhannya.

Tidak direstui karena perbedaan suku. Ada pepatah yang mengatakan bahwa semakin banyak persamaan antara anda dan pasangan, maka resiko cek-cok akan semakin kecil. Hal inilah mungkin yang menjadi dalil orang tua tidak mengizinkan anaknya menikah dengan orang yang berbeda suku. Selain itu, stereotip ke suku tertentu juga menjadi alasan tersendiri. Misal, jangan menikah sama suku Batak, orangnya keras-keras! Padahal orang Batak itu baik-baik loh. Ada juga yang mengatakan, jangan menikah sama orang minang, pelit! Ah kata siapa? Teman ku banyak orang Minang dan semuanya tidak pelit. Hayo!!

Tidak direstui karena calon menantu tidak menjalankan perintah agama dengan baik. Suami adalah imam bagi keluarga. Maka memilih suami yang baik dan sholeh adalah penting, itu menjadi pertimbangan bagi orang tua untuk merestui anaknya menikah.

Bagaimana jika beberapa kasus seperti ini terjadi pada anda? Saran ku, bersikaplah tenang. Sebenarnya orang tua hanya ingin keyakinan dari anda, anaknya. jelaskanlah bahwa anda sudah memikirkan matang-matang dan yakin untuk menikah dengan orang yang anda cintai. Jika anda sudah yakin, orang tua pasti akan merestui. Tapi di kemudian hari, jika terjadi apa-apa, anda harus siap menanggung resikonya sendiri loh ya. Terutama jika anda ngotot ingin menikah dengan lelaki yang jelas-jelas tidak menjalankan agamanya dengan benar, apalagi jika sikap dan akhlaknya juga buruk.

Saran saya berikutnya adalah tidak ada salahnya juga mendengarkan nasihat orang tua, toh mereka sudah lebih berpengalaman daripada anda. Yakinlah bahwa orang tua menginginkan yang terbaik untuk anda.

Terakhir, pasangan anda adalah orang yang baru dalam kehidupan anda, sedangkan orang tua adalah orang yang sudah melahirkan, membesarkan, dan mendidik anda dari kecil hingga sekarang. Maka apapun yang terjadi, jangan sampai anda menyakiti hati mereka.

Semoga bermanfaat.