Tak ada gading yang tak retak, begitulah mungkin pepatah yang cocok untuk kita semua, termasuk Sekolah Guru Indonesia (SGI) Dompet Dhuafa yang menjadi kendaraanku untuk lebih bermanfaat di pelosok Kalimantan ini.

Setiap bulan, SGI selalu memberikan targetan yang harus kami lakukan di penempatan. Yah, walau targetan itu selalu datang mepet atau dadakan setiap bulan, kami tetap harus melaksanakan dengan baik, tidak boleh asal-asalan apalagi tidak melaksanakannya. Tapi sebenarnya saya berharap, SGI bisa lebih baik lagi, terutama masalah targetan ini. Seharusnya sudah ada untuk satu tahun ke depan dan diserahkan ketika kami berangkat kemarin, agar kami yang melaksanakannya bisa mengatur strategi lebih baik dan lebih optimal.

Tapi aku tetap ingin mengucapkan beribu terimakasih ke SGI karena sudah memberikan kesempatan kepadaku untuk bisa sedikit bermanfaat disini.

Untuk bulan Juni ini, targetan yang diberikan adalah kami harus melaksanakan training guru, membuat acara seru-seruan ke anak-anak, membuat kegiatan ekstra kurikuler untuk semester depan, membuat alat peraga sederhana, dan sebagainya. Alhamdulillah semua targetan memang sudah kulakukan, termasuk training sekabupaten Sambas kemarin. Sedangkan hari ini dan besok, aku mengadakan acara seru-seruan ke anak-anak.

Aku sengaja mengalokasikan waktu untuk acara seru-seruan ini setelah ujian kenaikan kelas selesai. Selain pertimbangan waktu, juga itung-itung untuk memberikan hiburan ke anak-anak setelah menjalani semester yang berat.

Ada tiga kegiatan yang kulakukan, lomba mewarnai untuk kelas bawah, menggambar tematik untuk kelas atas, dan dancing untuk semua kelas. Semoga saja kegiatan ini menjadi hadiah yang baik di akhir tahun pembelajaran, semoga mereka bahagia dan senang.

Semua kegiatan memang memerlukan dana, tidak terkecuali kegiatan ini. Darimana kudapatkan dana? Dari SGI kah? Tentu saja bukan! Kami harus kreatif memaksimalkan semua potensi kami untuk menggalang dana. Jika tidak maka honor setiap bulan kami, bisa saja habis untuk memenuhi semua kebutuhan mengajar. Belum lagi ongkos yang harus kami keluarkan jika ingin berbelanja kebutuhan mengajar ke kota atau melakukan koordinasi di Kabupaten.

Nah, untungnya teman-teman kompasianer ada yang berbaik hati mengirimkan bantuan kepadaku. Banyak yang berbentuk uang walau ada juga yang berupa barang. Tentu apapun bantuan itu, sangat berarti untuk kegiatan ku disini. Bantuan dari kompasianer inilah yang memberikan senyum bahagia ke anak-anak ku disini. Terimakasih.

Hari ini mewarnai untuk kelas bawah

Image

Sejak pagi anak-anak sudah datang ke sekolah, bersemangat sekali mereka hari ini. “Pak kapan lombanya?” berulang kali pertanyaan itu diajukan kepadaku.

“Sebentar ya sayang, gambarnya masih di fotokopi sama Pak Mohtar” jawabku ke anak-anak. Hari ini pak Mohtar telat dikarenakan mesin perahu untuk menyeberangnya mogok.

Jam setengah 8, Pak Mohtar baru datang. Aku langsung mengambil fotokopian gambar dan memobilisasi anak-anak ke kelas enam. Ada 47 anak yang ikut dalam lomba mewarnai ini, terdiri dari 20 anak kelas 1, 15 anak kelas 2, dan 12 anak kelas 3.

Setelah melakukan yel-yel sejenak, barulah mewarnai dimulai. Semua anak-anak antusias termasuk siswa kelas tinggi yang hanya sebagai penonton. Bahkan beberapa orang tua siswa yang hadir untuk rapat juga senang melihat kegiatan kami. Sebenarnya selain untuk bersenang-senang, kegiatan mewarnai ini juga bermanfaat untuk melatih kreativitas dan motorik halus siswa. Alhamdulillah.

Semoga bermanfaat dan Terimakasih kompasianer yang baik hati!

Salam Ukhuwah, Syaiful Hadi.