Bersama anak kelas 6, Alhamdulillah lulus semua

Kemarin, Jumat 15 Juni 2012, kepala sekolah tiba-tiba mendatangi ku dan mengucapkan terimakasih, “Terimakasih Pak Syaiful” ujarnya sambil menyalami dan menyodorkan map biru muda kepadaku. Kemudian beriringan Abduh dan Mohtar menyalami ku juga dari belakang.

Ada apa ini?? Gumamku.

“Keberadaan Bapak di sini bener-bener berkah buat sekolah” ujar Abduh, “Nilai Ujian Nasional Matematika anak kita ada yang 9.25, Pak”.

Oooh.. pikir ku, Alhamdulillah. Kemudian aku membuka map biru muda itu, daftar nilai anak kelas 6. Wow.. nilai Matematikanya bagus-bagus, Alhamdulillah. Aku benar-benar tidak menyangka sebagus ini!

*****

Hari ini, Sabtu 16 Juni 2012, setelah bermain bersama anak-anak kelas 5, saat kembali ke kantor guru, hampir semua guru tersenyum manis sekali kepadaku.

Ada apa lagi ini?? Ada yang salah kah dengan penampilan ku?? Ku perhatikan busana dan sepatu, tidak ada yang salah kok.

Tiba-tiba seorang guru berkata “Yang namanya Syaiful itu memang biasanya pintar ya Pak?” ujarnya. “Siswa kami dulu juga ada yang namanya Syaiful, nilai Ujian Nasional Matematikanya 100. Dia memang cerdas, walau guru jarang masuk dia masih bisa mengerti pelajaran, apalagi Matematika”

Aku hanya tersenyum, tidak ada hubungannya nama dengan tingkat kecerdasan, bukan?

“Pak semester nanti ajarin kami Matematika ya! Walau kami guru, kami ngerasa masih belum menguasai seratus persen pelajaran Matematika. Terutama yang kami masih bingung tentang skala dan perbandingan, Pak” pintanya, “Kan Pak Syaiful cuma setahun, jadi kalau udah nggak disini lagi semoga kami bisa mendidik Matematika dengan baik”

Ooohhhh… Pantes aja semua guru-guru senyum-senyum kepada ku sejak tadi, rupanya ada hubungannya dengan nilai Matematika salah satu anak yang menyentuh angka 9.25.

Sahabat sekalin, bagi anak-anak kota, angka 9 dalam ujian nasional Matematika mungkin hal yang biasa. Wajar saja, guru kalian memang bagus-bagus, sarana dan prasarana mencukupi, disiplin sekolah lebih baik. Tapi bagi sekolahku sekarang, yang memiliki sarana dan prasarana kurang, maka menyentuh angka 9.25 itu sesuatu banget lah.

Masih jelas teringat di memoriku, dua bulan yang lalu ketika pertama kali aku datang, kepala sekolah menyodorkan nilai try out Matematika siswa kelas 6, nilainya memprihatinkan. Waktu itu, secara langsung kepala sekolah meminta bantuan untuk meningkatkan nilai ini. Dengan waktu sekitar satu bulan menjelang Ujian Nasional, Aku pun menetapkan target 80 saja.

Selama sebulan menggembleng anak kelas enam, memperhatikan nilai beberapa latihan yang kuberikan, aku psimis. Sepertinya tidak akan ada yang bisa mencapai nilai 80. Tapi beginilah, ketika kita sudah berniat dengan baik, berikhtiar seoptimal mungkin, hasilnya adalah sebuah keajaiban. Alhamdulillah, 9.25!!

Salam Ukhuwah, Syaiful Hadi.