Image

Beribadah itu adalah jalan menuju rahmad Allah, maka ikutilah petunjuknya dengan baik dan benar agar tidak kesasar

Namanya Sahrul saja, kelas lima di SDN 01 Kota Bangun, Kec. Sebawi, Kab. Sambas, Kalimantan Barat. Tempat ku mengabdi sekarang. Dia adalah salah satu mutiara di sini, karena selain mudah menangkap palajaran yang kusampaikan, ia juga menjadi satu-satunya siswa yang selalu rajin berjamaah di masjid, bahkan shalat shubuh. Ia juga yang rajin melakukan adzan setiap maghrib atau Isya, sedangkan yang lain masih belum bisa. Sejak beberapa hari yang lalu ia menjadi rajin menginap di sekolah menemaniku.

Entahlah, mengapa semakin hari semakin bertambah saja yang menemaniku di sekolah? Tentu ada senang dan dukanya. Senangnya adalah sekarang kalau malam tidak sendirian dan semakin ramai. Sedangkan dukanya, perpustakaan tempatku menginap sering berantakan. Walaupun sudah dinasihati berkali-kali untuk meletakkan kembali semua yang dipakai ke tempat semula, tetap saja masih ada yang berserakan.

Beberapa hari ini Sahrul menginap, beberapa kali pula ia selalu ikut terbangun jika saya bangun dinihari, ia mengikutiku shalat malam. Tidak hanya sampai disitu, sekarang malah ia berniat untuk melakukan puasa sunah rutin. Seperti pagi ini, ketika bangun dini hari, sebelum shubuh ia makan, kemungkinan makan sahur. Tapi aku mendiamkannya, karena buru-buru terpaksa harus mandi sebelum shubuh.

Shalat shubuh selesai.

“Ayo semua duduk yang rapi sebentar!” perintahku setelah salam shalat shubuh, tiga anak yang menemani ku tidur menurut, “Sahrul, kamu puasa ya?”

“Aok pak (Iya Pak)” jawabnya.

“Puasa apa Sahrul?”

“Daan tau Pak (Nggak tau pak)”

“Loh kok nggak tau puasa apa?”

“Aok pak, daan tau aku puase ape (iya pak, aku nggak tau puasa apa). Cuma mau puasa aja”

“Nggak boleh begitu Sharul, Puasa nggak boleh asal-asalan. Nanti bukannya berpahala malah dapet dosa loh. Bapak kan pernah bilang, karena kamu masih SD kelas lima, jadi puasa sunahnya senin dan kamis aja, untuk belajar. Kalau puasa senin dan kamis sudah rutin dan kuat, nanti bisa ditingkatkan ke puasa Daud, sehari puasa sehari tidak”

“Iya pak, saya daan jadi puasa hari ini. Tapi kalau besok boleh Pak”

“Boleh, besok kan Kamis, jadi bisa puasa sunah. Perlu diingat ya untuk kalian semua, jika beribadah, puasa, shalat, zakat, dan lain-lain, maka harus ikhlas ngejalaninnya. Jangan cuma karena ingin dibilang alim atau apalah” jelas ku ke mereka.

“Beribadah itu nggak perlu dipamerin ke orang lain ya. Diem aja lah”

Semua mengangguk dan kemudian satu persatu mencium tanganku.

Sahabat sekalian, dalam agama manapun pasti ada aturan tersendiri dalam beribadah. Tidak boleh asal-asalan, bukan? Nah untuk agama Islam, beribadah yang baik itu paling tidak ada dua syarat, Ikhlas dan Ittiba’, mengikuti bagaimana cara Rasulullah Muhammad saw melaksanakan ibadah itu.

Semoga bermanfaat, Selamat pagi dan selamat beraktivitas.

Salam Ukhuwah. Syaiful Hadi.