Namaku Nurul Fitrihaningsih, biasanya pak guru Syaiha memanggilku Vivi. Akulah gadis mungil yang selalu berkepang dua jika ke sekolah. Sepertinya pak guru menyukaiku. Soalnya kalau di sekolah, aku selalu di panggil sayang sama pak guru. Apalagi beberapa kali kepalaku di usap-usap sama pak guru. Senangnya.

Menurutku usapan di kepala itu menenangkan sekali. Tapi setelah diperhatikan beberapa kali, pak Syaiha ternyata juga mengusap kepala teman-teman yang lain. Ah sepertinya pak Syaiha menyukai semua teman-temanku.

Kalau guru-guru yang lain tidak seperti pak Syaiha. Mereka jarang bersama ku dan teman-teman. Jika istirahat lebih memilih duduk-duduk saja di kantor. Kalau pak Syaiha pas istirahat, dia sering bermain bersama kami. Ada-ada saja deh permainan dari pak Syaiha. Pertama kali masuk ke kelas ku dulu kami bermain menangkap jemari teman, kemudian bermain pesan berantai, bermain Samson, Laila, dan Hariamau, bermain hantu dan harimau, atau bermain seven boom. Pokoknya seru deh.

Yang lebih seru lagi kemarin sore saat kami mengaji bersama pak guru. Walau sekolah ku banjir, aku tidak menyerah, tetap ke sekolah untuk mengaji bersama pak guru. Sambil menunggu masuk, kami bermain-main air di depan sekolah. Banjir ini memang mengasikkan, tapi akibatnya sampah yang sudah kami kumpulkan menjadi berserakan lagi. Huh, besok pasti harus memungut sampah deh. Pak Syaiha kan tidak suka melihat sampah yang berserakan. Sekolah kita tanpa sampah sehelaipun, begitulah keinginan pak guru.  

Andai saja sekolahku mempunya tempat sampah yang seperti bak mandi, pasti tidak akan berserakan lagi setiap banjir datang.

Image

Sore kemarin seperti biasanya, kami mengaji sambil bermain. Pertama pak Syaiha mengulang hapalan ayat hari sebelumnya, lalu diteruskan secara berturut-turut menambah hapalan satu ayat, mengaji iqro, mengulang lagi hapalan satu ayat, dan ketika hendak akan mengakhiri ngaji sore itu, pak guru mendongeng. Ini pertama kalinya loh.

Awalnya aku tidak tertarik, habisnya ceritanya cuma tentang persahabatan ulat dan belalang. Coba kalau tentang cherry belle, seven icon, atau Putih Abu-Abu, pasti aku akan langsung suka. Walau begitu, aku tetap mendengarkan dengan baik, dan ternyata aku malah senang sekali. Pak Syaiha bisa mendongeng dengan dua karakter suara yang berbeda, jadi lucu. Kalau sedang mempraktekkan si ulat, maka suara pak guru akan dibuat agak nyaring dan kecil. Sedangkan jika sedang mempraktekkan si belalang maka suaranya akan dibesar-besarkan. Pokoknya pak guru top banget deh.

Tapi pak guru curang, masa ceritanya dihentikan di tengah!! Padahalkan aku dan teman-teman sedang asik mendengarkan. Kata pak guru, Nah sayang ceritanya segitu dulu ya? Mau tau lanjutannya? Kalau mau, jangan lupa besok datang mengaji lagi ya..

Kalau begini kan aku harus datang mengaji lagi nanti sore. Kalau tidak datang maka aku tidak tahu lanjutan cerita pak guru kemarin. Insya Allah aku datang ya pak guru.

Semoga hari ini berjalan dengan cepat dan segera sore lagi. hehehe..

Salam Ukhuwah, Syaiful Hadi