Image

Sekolahku memang berada di pedalaman Kalimantan Barat, jauh sekali dari kata lengkap. Tidak seperti sekolah kalian yang memiliki sarana dan prasarana memadai. Jika sekarang kalian sudah memakai white board di kelas, kami malah masih berdebu menggunakan kapur tulis. Kemudian jika sepulang sekolah kalian lebih sering menghabiskan waktu di facebook dan game online, kami bahkan belum mengenalnya. Melihat laptop dan komputer saja bagi kami wah sekali. Sepulang sekolah, kami lebih suka bermain engklek, bermain bola, atau bermain air di parit dan sungai. Ah, jika kalian disini, mungkin kalian juga akan suka.

Kemudian kelas kalian, mungkin sudah mewah berkeramik. Berbeda sekali dengan sekolahku. Lantainya papan dan beberapa kursi di kelas ku malah goyang-goyang karena sudah hampir rusak. Jika kursi kelas kalian ada yang goyang sedikit saja, pasti pihak sekolah langsung akan menggantinya, sedangkan kami, kursi tidak akan diganti hingga benar-benar tidak bisa digunakan lagi.

Guru-guruku juga cuma sedikit, parahnya lagi mereka jarang masuk tepat waktu, hanya ada beberapa orang saja yang selalu hadir jam 7 pagi. Semoga guru-guru kalian tidak seperti guru-guru ku.

Ah bodohnya aku, sekolah kalian pastilah sudah memiliki guru yang berkualitas dan kompeten di bidangnya masing-masing, bukan??

Tapi walau sekolah, sarana, dan guruku begitu, aku tetap senang sekolah disini. Teman-teman ku semua mengasikkan. Kami selalu berjalan bersama jam 6 pagi untuk ke sekolah. bercanda dan bergurau apa saja. Pokoknya asik deh. Apalagi ketika sore hari tiba, kami selalu datang ke sekolah untuk mengaji. Pak Syaiha mengajari kami mengaji, bersamanya benar-benar nyaman, menenangkan, dan baik kepada ku dan teman-temanku semua.

Banjir yang selalu datang setiap sore tidak menyurutkan niatku untuk mengaji di sekolah bersama pak Syaiha, si guru hebatku. Malah karena banjir kami menjadi semakin bersemangat, bermain-main air. Kalian pasti jarang kan main air seperti kami. kalian harus merogoh kocek yang dalam untuk menikmati wahana air, sedangkan kami setiap hari berenang dan bermain air gratis.

Seperti sore lainnya, sore inipun kami senang sekali mengaji bersama Pak Syaiha. Pak Syaiha selalu tersenyum dan mengajari kami dengan sabar. Sore ini kami diajari untuk tidak saling meremehkan dan tidak mengejek satu sama lain. Kami harus saling membantu dan menghargai semua teman. Terimakasih pak Syaiha.

Walau mengaji dimulai jam setengah 4, tapi aku selalu datang lebih dulu. Bahkan sebelum jam 3 aku sudah datang. Mungkin pak Syaiha terganggu karena istirahatnya selalu kurecoki. Tapi kayaknya sih nggak, soalnya dia selalu tersenyum ketika diriku datang. Mungkin dia senang kali ya, entahlah, aku tidak paham pikiran orang dewasa.

Walau aku harus menunggu dari sebelum jam 3 sore, tidak mengapa bagiku. Lagian aku juga yang salah, padahal pak Syaiha sudah mengatakan bahwa mengaji dimulai jam setengah 4 sore. Biarin deh, soalnya kalau aku datang telat maka tidak bisa duduk di depan. Jika pak Syaiha yang mengajar aku ingin selalu berada di depan. Habisnya asik sih.

Sayang pak Syaiha hanya setahun disini. Aahh..andai pak Syaiha bisa lebih lama.

Salam Ukhuwah, Syaiful Hadi.