Image

Pancasila
satu, dua, tiga, empat dan lima

Lima sila menggelar tikarnya
Membungkus batang tubuhnya
Meremas ujung lidahnya
terkantuk-kantuk
Pedangnya nyaris patah

Pancasila bersenam pagi indonesia, lemas
Di antara mulut-mulut berbau tembako di ujung lidah lintah sekarat
Di antara kemesuman wajah-wajah seribu malam yang berbau tuak basi
Di antara berlembar-lembar cairan cek pada kantong-kantong laknat atas nama rakyat

Apa kata para kiai? apa kata para rahib? apa kata para pendeta? apa kata para pencetus landasan idiil negara? Apa kata soekarno, budi utomo dan ki hajar dewantara? apa pula kata tujuh jenderal yang meng-kaku membumi di lubang buaya?
Tentang perilaku oknum-oknum dewan senayan member club yang semakin memalukan itu?
aw, aw, aw, awwww?!

Pancasila,
Tak perlulah kau menunggu jawaban letoy dari mereka-mereka itu
Tak perlu pula kau berharap mendapatkan penjelasan a, i, u, e, o yang lengkap dari lidah-lidah bercabang mereka
Karena kupastikan jawaban yang akan keluar dari mulut mereka adalah “pssssttttt, air liur menetes, tes, tes, tes!”

Pancasila,
Yang kutahu mereka adalah pencari kerja lima tahunan
Yang kutahu mereka disana sedang membudidayakan sendratari kebugilan pada sebuah panggung atas nama rakyat
Yang kutahu juga disana mereka semakin sering memberdayakan budaya plesiran di lorong-lorong gelap atas nama studi banding para bandot berwajah badut
Dan yang paling kutahu juga bahwa di gedung megah itu telah berubah menjadi sarang penyamun

Makanya kukatakan kepadamu duhai pancasila, bahwa;
Tak perlulah kau heran ketika sila-silamu dibacakan dalam sebuah upacara tiba-tiba saja di antara wajah-wajah tembem yang memakai jas dan dasi itu ada yang terkentut-kentut menghitung jumlah rekeningnya sambil menonton video porno
Tak perlu pulalah kau merasa heran karena kau dianggap sudah tak sakti lagi
Apa boleh buat mungkin sudah begitu nasibmu
Kuharap kau bisa menerimanya dengan legowo

Pancasila,
walaupun akhirnya hanya aku satu-satunya yang tertinggal menjagamu di ujung sebilah badik yang tertanam dijantungku
Aku tetap percaya bahwa kau masih sangat sakti..

serambi sentul. 05-06-2012
Arrie Boediman La Ede