Image

Pelajaran Matematika hari ini menyenangkan. seperti biasa, aku masih menggunakan teknik kemarin, kinestetik. Menghapal rumus sambil menggunakan gerakan tertentu yang kami sepakati bersama. Hasilnya luar biasa, hingga sekarang, mereka sudah hapal 12 rumus bangun datar dan bangun ruang. Berbagai contoh soal juga berhasil mereka lalui. Aiiih senang sekali rasanya.

Hari ini, setelah berteriak-teriak jargon kelas dan sekolah, aku memulai pelajaran dengan ice breaking, bermain sulap. Dua sulap aku mainkan di awal sebelum pelajaran berlangsung. Tujuannya adalah memancing perhatian siswa agar fokus di kelas. Sulap pertama adalah menyatukan kembali kertas yang sudah dirobek, semua anak-anak antusias, bahkan siswa kelas lain, karena belum ada guru yang datang, mereka masuk juga ke kelas ku. Ramai dan riang.

“Wuih kok bisa pak?” mereka heran-heran sendiri. Ah, semua itu kan hanya trik belaka.

Hingga sekarang, kesaktian ku menyatukan kembali kertas yang sudah dirobek menjadi omongan di sekolah, terutama di siswa. Bahkan sesekali ada siswa yang menghampiriku dan memintaku memainkannya lagi. Mereka penasaran.

Sulap kedua yang kumainkan adalah permainan kartu. Aku mampu mengubah kartu menjadi nomor lain, tentu dengan kecepatan tangan saja. Tapi sekali lagi mereka terkagum-kagum. “Ajarin pak caranya” rengek beberapa siswa kepadaku.

“Yang penting kalian rajin shalat dan belajar, nanti kapan-kapan Bapak ajarin” ujarku.

Kemudian barulah pelajaran ku lanjutkan, mereka antusias sekali. Aku memulainya dengan mengulang pelajaran minggu lalu dan mereka mampu menjawab semua pertanyaan yang kusampaikan. Bahkan hari ini mereka jauh lebih baik dari kemarin. Semua soal latihan dan rumus dengan sangat cepat mereka kuasai.

Terakhir kali, ketika aku hendak menutup pelajaran, aku memainkan satu lagi permainan kartuku. Sebagian besar anak kelas 1-4 juga ikut masuk ke kelas ku, penuh sesak. Mereka menentukan satu kartu tanpa memberi tahu ku, kemudian dengan sedikit trik, aku mampu menentukan kartu apa itu tanpa melihatnya.

“Pak, sulap yang nyatuin kertas robek tadi sekali lagi dong” pinta anak kelas lain.

Ah mana bisa, stok kertas nya sudah tidak ada sayang..

Sahabat guru sekalian, kita memang dituntut mampu menciptakan sesuatu yang menarik dan bisa memancing perhatian siswa. Banyak memang yang bisa dilakukan dan salah satunya mungkin bisa dengan bermain sulap. Jika kita mampu mengemasnya dengan sangat baik, maka pembelajaran menarik yang kita inginkan pun bisa tercipta dari sana. Selamat mencoba.

Salam Ukhuwah, Syaiful Hadi