Dua hari ini kabar duka berurutan mendatangi samsung galaxy mini ku. Berita duka pertama adalah meninggalnya ayah dari sahabat tercinta, teman satu kost ketika masih di IPB. Juga teman satu fakultas di Teknologi Pertanian IPB, juga teman satu kelembagaan di Forum Bina Islami Fateta IPB. Entahlah meninggalnya karena apa. Tidak ahsan juga bertanya terlalu banyak padanya ketika sedang dirundung duka yang mendalam.  

Berita duka kedua adalah meninggalnya ayah dari guru bahasa Indonesia SMP ku dahulu. Silaturahim yang baik selama ini, membuat guru-guru masih ingat dan mengabari setiap ada berita suka maupun duka. Berita itu datang pagi ini. Aku sedang bermalas-malasan di kasur, tiba-tiba hape ku bergetar dan berita duka itu sontak membangunkanku. Duduk sejenak, mengumpulkan nyawa yang dari tadi melanglang buana, kemudian berujar Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Sama seperti berita pertama, tidak disebutkan sebab meninggalnya. Kemungkinan karena sudah berusia lanjut. Entahlah. 

Saya cuma bisa berharap, kedua arwah diberi tempat yang layak di sisi Allah sesuai amal dan perbuatannya. Sedangkan untuk keluarga, semoga selalu tabah dan bisa menerima dengan ikhlas. 

Dulu, tahun 2008 ketika ayahku meninggal karena Diabetes, aku mungkin menjadi orang yang paling sedih, tidak ada di sampingnya ketika Izroil mencabut nyawa ayah. Bahkan aku tidak bisa melihat ayahku untuk yang terakhir kalinya karena pesawat yang ku naiki delay. Jadilah ketika aku sampai di rumah, ayah sudah dikuburkan. Aku menjadi merasa sedih sekali. Bahkan hingga kini, ketika 3 April itu datang, ketika seharusnya aku merayakan hari kelahiranku, atau setidaknya merenung, aku malah selalu ingat ayahku. 

Sahabat sekalian, semua kejadian ini seharusnya bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, bahwa kematian itu pasti adanya, bisa ketika masih muda, atau mungkin ketika tua nanti. Bisa karena sakit, kecelakaan, jatuh di kamar mandi, serangan jantung, dan sebagainya. Mudah saja bagi Allah untuk melakukannya bukan? Sayang kita kebanyakan terlena dengan dunia dan melupakan kematian kita sendiri. 

Kemudian untuk kalian semua yang masih memiliki orang tua, pergaulilah mereka dengan pergaulan yang baik. Sayangi dan kasihi mereka dengan tulus dan ikhlas. Jika ada salah di masa lalu, maka segera lah meminta maaf kepadanya, cium tangannya. Jika jauh maka segera ambil hape dan hubungi mereka. Mumpung mereka masih ada sekarang. 

Salam Ukhuwah