Image

Pelabuhan penyebrangan ke desa Sempadian

Hari ini seharian silaturahim ke rumah Mohtar S.Pd, guru Penjaskes di sekolahku. Berangkat jam 8 pagi dan baru kembali ke sekolah jam 4 sore. Daripada di sekolah saja sendirian seperti orang ilang, maka memang bersilaturahim adalah pilihan yang tepat. Apalagi hari ini minggu, mumpung libur. Aku berangkat bersama Abduh, guru Agama.

Silaturahim kali ini sungguh menyenangkan dan melelahkan. Menyenangkan karena bisa menjalin silaturahim ke keluarga Mohtar, rame dan ramah semua. Kami bercengkerama kesana kemari, tentang perang antara Madura dan Melayu di Sambas di akhir tahun 90an, tentang pendidikan, tentang guru, dll. Dari obrolan ini aku tahu mereka menaruh simpati kepadaku.

“Kamu kan pinter, kok mau sih dikirim ke kampung kayak gini? Kan di kota semua fasilitas lengkap. Jarang loh ada pemuda yang mau mengabdi seperti kamu”

Itu kata mereka loh ya, bukan kataku. Aku sih senyum-senyum aja..

Kata orang, pemuda itu masih bergejolak, sebenarnya wajar aja kalau banyak pemuda memprotes pemerintahan sekarang, berunjuk rasa karena kesenjangan pendidikan yang jauh sekali berbeda, protes karena korupsi yang meraja lela, dan sebagainya. Tapi tidak! Sebagai pemuda, aku lebih memilih jalan ini. Bukankah menyalakan lilin jauh lebih baik daripada hanya mengutuk kegelapan?

Image

Tiga jagoan Bu Linda sedang menikmati es kelapa mudanya.. segernya..

Silaturahim semakin mengasikkan ketika kami disambut dengan menu makan siang yang wah sekali. Menu utama adalah ayam goreng, tumis cabe, dan telur bebek rebus. Lumayanlah, itung-itung perbaikan gizi. Hehe.. Tidak sampai disitu, kami kemudian disuguhi es kelapa muda yang sungguh menyegarkan. Sedangkan sebagai pencuci mulut, rujak buah dihidangkan. Sempet nyesel juga, karena sudah kekenyangan ketika makan besar. Sehingga ketika melahap es kelapa muda dan rujak tidak begitu menikmati lagi.

Selain menu makanan yang wah, sambutan yang hangat juga menjadikan suasana serasa di rumah sendiri. Alhamdulillah dapat keluarga baru di sini.

Selain menyenangkan, silaturahim kali ini juga melelahkan. Rumah Mohtar berada di desa Sempadian, berada jauh dari desa Sebangun. Mencapainya harus dua kali menaiki perahu untuk menyeberang sungai. Apalagi hari ini angin lebih kencang dari biasanya, aku sampai deg-degan juga di atas perahu yang goyang-goyang. Abduh menertawaiku.

Kami pamit pulang ketika sudah jam 2 siang, “Jalanan disini memang jahat Pak, jangan trauma ya kesini lagi” ujar Mohtar kepadaku.

“Insya Allah nggak trauma kok pak, hehehe”

Orang Melayu memang menyebut jalanan rusak dengan jahat. Tapi dipikir-pikir benar juga sih, jalanan ke rumahnya memang jahat, bokongku sampai sakit-sakit karena lompat-lompat terus.

Ah silaturahim hari ini sungguh mengasikkan. Terimakasih Pak Abduh, terimakasih Pak Mohtar.

Sahabat sekalin, menjalin silaturahim memang hanya akan memberikan kebaikan. Tidak ada yang lain. Percaya deh!!

Sudahkah anda silaturahim hari ini?

Salam Ukhuwah