Image

Lihatlah gambar ini, taraa… inilah tempat pemandianku sore ini.. hehe.. terpaksa.. Habis sudah dua hari pompa air tidak bisa mngalirkan air ke dalam bak mandi. Kalian bayangkan saja bagaimana rasanya nggak mandi 30 jam di daerah yang panasnya kayak di pinggir neraka ini.. hahaha, lebay. Sudah pasti keringat selalu mengucur dari kemarin, puncaknya, sore ini aku udah ngerasa nggak nyaman banget, terpaksa deh mandi di parit.

“Mumpung airnya lagi pasang” pikirku tadi.

Jadilah sore ini pengalaman pertama ku mandi di parit. Kalau warga disini sudah biasa, jadi ya nggak ngerasa apa-apa. berbeda denganku yang baru merasakan pertama kalinya. Sesekali airnya masuk ke dalam mulutku, hmmm… asin-asin gimana gitu rasanya. Belum lagi warna yang kuning dan bau lumpur, lengkaplah sudah. Kalian harus nyoba nih.. hahaha..

Rio, Tono, dan Sudarno setia melihatku mandi. Mereka heran melihat gurunya kali ya, nggak kayak warga disini kalau mandi.

“Kok mandinya pake baju Pak?”

“Bapak Nggak biasa telanjang (maaf) di tempat terbuka”

“Nggak telanjang Pak, Pake CD aja”

“Sama aja, Bapak harus menjaga aurat. Pusar hingga lutut laki-laki ini nggak boleh keliatan”

Mereka hanya manggut-manggut saja, entahlah mengerti atau tidak.

Sekarang tubuhku sudah jauh lebih mendingan, segar dan tidak bau lagi. Entah nih bakal sampai kapan mandi di parit itu. Kemungkinan ya sampai pompa air diperbaiki.

Sahabat sekalian, selalulah bersyukur dengan keadaan kalian saat ini. Yakinlah itu yang terbaik untuk kalian semua. Masih banyak orang yang keadaannya jauh lebih buruk dari kalian, tapi mereka mampu tersenyum bahagia dan menikmatinya.

Yuk cari seribu alasan untuk selalu bersyukur kepada Allah.

Salam Ukhuwah