Image

Mereka sedang bersenang-senang menghapalkan rumus matematika

Jika anda guru, coba tanya ke siswa anda, apa mata pelajaran yang susah menurut mereka? Jika anda orang tua, coba tanyakan ke anak anda, nak pelajaran apa yang paling susah di sekolah? Bisa dipastikan, sebagian besar akan menjawab, MATEMATIKA. Kalau sudah SMP atau SMA, maka mungkin jawabanya akan semakin beragam, FISIKA, KIMIA, BAHASA INGGRIS atau mungkin AKUNTANSI. Tapi saya yakin, Matematima masih menempati porsi terbanyak pelajaran yang susah bagi siswa. Apalagi Matematika masuk salah satu pelajaran yang di UN kan.

Matematika memang menjadi momok yang menakutkan bagi siswa, apalagi jika guru yang mengajar tidak bisa menciptakan pembelajaran yang menyenangkan di kelas. Semakin parah lagi jika yang mengajar mudah marah. Masuk kelas sudah masang muka sangar, bawa penggaris kayu untuk memukul siswa jika tidak bisa mengerjakan soal. Niatnya sih mungkin, penggaris kayu ini cuma sebagai shock terapi agar siswa bekerja keras mengoptimalkan semua kemampuannya untuk mengerjakan soal yang diberikan. Tapi tidak!! Yakinlah penggaris itu hanya akan menjadikan siswa anda takut dan semakin susah mengikuti pembelajaran yang anda sampaikan. Sudah pelajarannya susah, guru yang mengajar malah killer. Ya sudah, lengkaplah penderitaan siswa di kelas. 

Pun untuk siswa ku di SDN 01 Kota Bangun, mereka menganggap matematika itu rumit dan membingungkan. Tapi untungnya, walau Matematika itu susah bagi mereka, mereka justru selalu ingin belajar Matematika denganku. Aneh kan?

Selama ini saya memang selalu memulai pembelajaran dengan bermain, permainan ringan saja, kadang main menangkap jemari teman jika ada kata tertentu yang saya sebutkan, atau pesan berantai, atau berlayar ke pulau harapan, dan lain-lain. Selain bermain, kami juga berteriak-teriak memekikkan beberapa jargon untuk membangkitkan semangat mereka. Saat mereka terlihat sudah antusias, barulah saya memberikan motivasi, biasanya saya menceritakan pengalaman hidup saya. Jika semua awalan ini sudah selesai, maka pelajaran hari itu siap untuk dimulai.

Sebelum melanjutkan ke materi berikutnya, saya selalu akan mengulang materi sebelumnya.

Untuk materi hari itu, pertama saya harus menjelaskan konsepnya. Konsep akan memudahkan mereka memahami dari mana rumus tertentu didapat. Setelah mereka paham barulah saya memberikan rumus dan meminta mereka menghapalkannya. Tentu semua dilakukan dengan bermain dan bersenang-senang. Tidak ada intimidasi, tidak ada meremehkan.

Yang membuat mereka selalu bersemangat adalah ketika menghapal rumus. Tuh kan Aneh lagi, masa menghapal rumus malah mereka senang.

Ya iyalah, saya kan menggunakan teknik kinetik untuk memudahkan mereka menghapal. Semakin banyak anggota badan yang dilibatkan dalam menghapal rumus ini maka mereka akan semakin ingat dan mudah menghapalnya.

Misal, rumus luas lingkaran, Phi Er kuadrat ( ). Mereka saya minta untuk berdiri dan secara bersama-sama mengucapkan Luas lingkaran adalah Phi (mereka sambil memegang pipi dengan dua telapak tangan, seperti gaya khasnya cherry bell) Er (mereka melentikkan jari tengah dan jempol seperti membentuk huruf R) kuadrat (mereka mengangkat telunjuk dan jari tengah, mengisyaratkan angka dua). Dengan teknik ini, tidak sampai satu menit mereka bisa hapal dan lebih lengket di kepala mereka. Selain itu mereka juga senang melakukannya.

Akan sangat berbeda hasilnya jika hanya disuruh menghapal saja beberapa menit di bangku masing-masing. Mungkin mereka akan cepat hapal juga, tapi juga akan cepat mudah lupa. Tidak percaya? Coba sekarang, apa yang paling anda ingat ketika sekolah dulu? Ketika pelatihan dulu, sebagian peserta menjawab momen-momen tertentu yang terjadi karena melibatkan banyak anggota tubuhnya.

Teruntuk sahabat guru, mari menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan di kelas.

Salam Ukhuwah.