Rasa percaya diri bukanlah hadiah dari tuhan, tidak datang dengan sendirinya. Juga tidak begitu saja ada jika anda membutuhkan, rasa percaya diri itu ada karena diupayakan secara terus-menerus. Rasa percaya diri juga tidak berbanding lurus dengan ketampanan, kekayaan, jabatan, dan kecerdasan.

Cobalah perhatikan orang yang ada di sekitar anda, apakah orang yang cantik (ganteng) otomatis memiliki rasa percaya diri yang tinggi? Tidak! Banyak orang yang ganteng namun ketika diminta untuk berbicara di depan umum, mereka tak mampu. Atau apakah jabatan yang tinggi menjadikannya lebih percaya diri? Belum tentu, banyak pemimpin-pemimpin yang kalau berbicara di depan khalayak malah gugup, dan sebagainya. Di sisi lain, banyak orang yang memiliki kekurangan atau cacat, justru memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Kalau kita melihat orang yang ganteng atau cantik memiliki rasa percaya diri, kita cenderung akan beranggapan itu adalah sebuah kewajaran, bukan? Syaiha kan ganteng, pinter lagi makanya ia berani berbicara di depan orang banyak. Namun bagaimana jika kita melihat orang yang tumbuh dengan sebuah kekurangan, tapi rasa percaya dirinya tinggi? Wiihh, Syaiha itu kan cacat, kok berani sekali ya? Kitapun heran.

Nah inilah, rasa percaya diri itu harus diupayakan sejak dini hingga nanti.

Tak sedikit orang-orang yang sukses justru tumbuh dengan segala ketebatasan pada dirinya, berikut beberapa nama yang mampu tumbuh menjadi pribadi luar biasa.

Image

Habibie Afsyah. Hampir seluruh bagian tubuhnya lumpuh. Tapi, dengan perjuangan keras, dia tumbuh menjadi jawara bisnis internet. Kini dia juga menjadi motivator di Lapas Anak Tangerang. Habibie Afsyah adalah bungsu delapan bersaudara dari pasangan Endang Setyati, 59, dan Nasori Sugiyanto, 72. Sejak usianya belum genap setahun, penyakit langka Muscular Dystrophy tipe Becker menggerogotinya, merusak saraf motorik di otak kecilnya, membuat massa tubuhnya tidak bisa tumbuh sempurna, dan sebagian besar anggota badannya tidak bisa digerakkan. Untuk lebih mengetahui Habibie Afsyah, silakan klik disini.

Adul. Pria yang bernama lengkap Abdul Latief ini hanya memiliki tinggi 125 cm. namun dalam keterbatasan yang dimilikinya, Ia justru melejit menjadi artis, comedian, dan presenter Indonesia yang popular. Melalui kejenakaannya itu dia bahkan mampu menghibur orang lain. kekurangan yang dimilikinya dijadikan sebagai asset yang tek ternilai. Silakan klik beberapa link ini, tentang Adul

Hee Ah Lee. Ia adalah seorang pianis remaja dari Korea Selatan yang sangat terkenal. Ia menjadi perhatian dunia karena keterbatasan yang dimilikinya, hanya mempunyai empat jari dan tinggi 104 cm, tapi ia mampu menyajikan permainan piano yang sungguh menghibur. Berita Hee Ah Lee.

Bagaimana hal ini bisa terjadi? Bagaimana mungkin mereka yang memiliki keterbatasan fisik justru mampu tumbuh menjadi pribadi yang berkepercayaan diri tinggi? Maka sekali lagi saya katakan, RASA PERCAYA DIRI ITU ADA KARENA DIUPAYAKAN dengan penuh ketekunan sejak dini. Rasa percaya diri ini harus diupayakan sejak kanak-kanak.

Orang tua, sekolah, dan lingkunganlah yang bertanggung jawab menumbuhkan rasa percaya diri sang anak. Ketika sudah tumbuh menjadi lebih dewasa, barulah kemudian kita sendiri yang dituntut mampu mengupayakan rasa percaya diri ini.

Orang tua (termasuk guru) sangat berperan membantu menumbuhkan rasa percaya diri pada anak melalui pujian, nasihat, dan keteladanan. Misalnya, memberikan acungan jempol ke anak-anak kita jika Ia berhasil melakukan sesuatu, atau mengatakan good job, kamu hebat, dan masih banyak lagi. atau bahkan mengusap kepalanya saja adalah sebuah bentuk apresiasi kepada anak dan sangat berarti untuk perkembangan mereka.

Jika anak-anak melakukan sesuatu yang kurang tepat, maka kita menasihatinya, bukan memarahi dan membentak-bentak. Di saat bersamaan orang tua harus memberikan teladan yang baik untuk meningkatkan kepercayaan diri anak. Seperti berani mengambil keputusan, berpendapat, dan tampil di muka umum. Dengan demikian, anak akan termotivasi untuk tampil seberani orang tuanya.

Teruntuk orang tua dan sahabat guru, mari kita berusaha menumbuhkan kepercayaan diri anak-anak kita dengan sering-sering melakukan pujian, nasihat, dan teladan yang baik.

Salam Ukhuwah.