Image

Hari ini yang datang mengaji ada enam orang, Alhamdulillah. Walau sedikit yang datang, kegiatan mengaji tetap berjalan seperti biasa. Diawali dengan bermain, beryanyi, dan bersenang-senang, semua girang. Meskipun hanya enam orang, mengaji tetap meriah, serasa ada 30 orang di kelas.

Setelah bermain sejenak kemudian mengaji dilanjutkan dengan tahfidz Quran, satu ayat saja setiap hari. Sedikit tapi konsisten dan istiqomah, sedikit tapi benar panjang dan pendeknya, benar makhrojnya, lama-lama juga akan menjadi banyak hapalan mereka.

Aku mencontohkan bacaan yang benar, kemudian mereka mengikuti. Dibaca berulang-ulang. Biasanya mereka mengulang sebanyak lima kali atau lebih hingga hapal. Hari berikutnya, sebelum nambah satu ayat lagi, mereka aku minta untuk mengulang hapalan hari sebelumnya. Begitu seterusnya.

Setelah itu barulah mereka talaqi, satu-satu maju ke depan membaca bacaan Iqro mereka. Aku memperhatikan dan membenarkan jika ada bacaan yang tidak sesuai. Mereka bahagia sekali mengaji bersamaku.

Pernah suatu hari mereka berujar dengan bahasa Ingrris yang terbata-bata, “Good Job Pak Syaiha, Thank You”

*****

Sudah akan memasuki bulan ketiga aku di Kalimantan. Ah cepat sekali waktu ini berlalu. Padahal rasanya baru kemarin aku datang. Ingat sekali di memoriku, kelas pertama yang kumasuki adalah kelas 3, mereka ngeri-ngeri gimana gitu  melihat aku masuk.

Emang wajahku mengerikan ya? Sangarkah? Galak?

Tapi sekarang, setiap siswa inginnya aku masuk ke kelas mereka setiap hari. Sayang tubuhku hanya satu dan tidak bisa memenuhi keinginan mereka. Begitulah kegiatan pagiku, mengajar.

Sedangkan jika sore, aku mengajar ngaji ke anak-anak. Bermula dari sebuah keprihatinan melihat anak-anak kelas 5 dan 6 yang iqamah saja banyak yang tidak bisa. Jika Iqamah saja tidak bisa, maka bisa dipastikan bacaan shalat dan memabaca Al Quran pun mereka tidak mampu.

Ah, kemana orang tua mereka? Mengapa pendidikan agama disepelekan?

Ngaji perdana, penuh sesak. Aku bersyukur sekali. waktu itu aku sampai kewalahan mengajarnya. Tapi lama-kelamaan yang datang semakin sedikit. Bukan kesalahan mereka juga sebenarnya.

Karena kesibukan dan kegiatan lain, kadang aku tidak bisa mengajar. Mereka kecewa ketika sudah sampai sekolah aku tak ada. Atau kadang-kadang kalau sore suka hujan sehingga mereka tidak bisa ke sekolah, jadinya mengaji tak tentu jadwalnya.

Teruntuk kalian para orang tua dan calon orang tua, jika sudah dikaruniai amanah seorang anak, maka jaga amanah itu dengan baik. Didik dan bimbing mereka menjadi generasi yang hebat. Jangan cuma rajin membuat saja, tapi jika sudah jadi, kalian harus membina dan menjadi orang tua yang super untuk mereka.

Andai saja aku bisa lebih baik lagi mengajari mereka..

Salam Ukhuwah