Ketika sedang menikmati indahnya langit malam kota bangun, tiba-tiba lewat motor yang dinaiki oleh dua sejoli di jalanan. Laju kendaraan memelan dan berbelok ke kanan, ke TK yang tepat berada di depan SDN 01 Kota Bangun. 

“Ngapain tuh bocah berdua ke tempat gelap malem-malem??” gumamku. 

TK Harapan Bunda memang berada tepat di SDN 01 Kota Bangun, di seberang jalan. Kondisinya gelap gulita, tidak ada listrik sama sekali. Nah nih motor diparkir di bagian samping, sedangkan dua sejoli ini ke teras belakang yang gelap gulita. Karena cahaya lampu dari SDN 01 Kota Bangun tidak sampai ke belakang. Cocok banget memang untuk bermesum ria, karena tidak akan kelihatan dari jalanan. 

“Nggak mungkin kalo mereka cuma akan ngobrol saja di belakang sana. Kalo cuma mau ngobrol kenapa nggak di tempat terang saja? Kenapa nggak ngobrol di rumah si perempuannya saja?”

Ah Syaiful, kayak nggak pernah muda saja. Mana enak pacaran di rumah!! Mana enak pacaran di tempat terang!! Nggak bisa ngapa-ngapain. Pacaran kalau cuma duduk dan ngobrol doang mah nggak seru!!

Aku terusik!! Bukankah dakwah itu ada dua hal? Mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran!! Sayang selama ini banyak yang hanya berdakwah selalu mengajak ke kebaikan saja, sedangkan mencegah kemungkaran mereka tak berani. 

Para pendakwah selama ini (kebanyakan) hanya berani berceramah di masjid dan mengajak ayo sedekah!! Ayo shalat!! Ayo ramaikan masjid!! dan ayo-ayo yang lainnya. Tapi mereka seakan melupakan bahwa kemungkaran yang ada di hadapan mereka pun harus dicegah dan itu tanggung jawab kita semua. 

Emang berani kamu syaiful menegur dua sejoli itu? Kamu sendirian dan pendatang di Kota Bangun!! Bisik hatiku ragu. 

Aku memang sendirian, tapi ada Allah!!! 

“Eheemm!!!!” aku berdehem sekencang-kencangnya. Kalau mereka tidak pergi akan aku ajak anak-anak untuk menegur mereka, gumamku. Setiap malam memang aku ditemani oleh anak-anak tidur di sekolah. 

Tak berapa lama setelah itu, motor dihidupkan dan mereka kabur. Pasti mereka belum ngapa-ngapain, soalnya belum nyampe lima menit mereka disana. 

Ternyata mencegah kemungkaran itu tidak melulu harus dengan kekerasan, bahkan dengan berdehem saja dua sejoli itu malu dan memilih kabur entah kemana. Entah pulang ke rumah, atau malah mencari tempat yang memang benar-benar tidak ada yang mengganggu. Entahlah. 

Emang kalau kalian pacaran di tempat gelap ngapain aja sih???

Teruntuk kaum hawa, berhati-hatilah!! Kalau terjadi sesuatu dengan kalian, akan terlihat sekali. Perut membesar dan tidak akan bisa disembunyikan. Sedangkan bagi kami kaum Adam, walau sudah berkali-kali melakukan itu, tidak ada bekas dan tanda yang terlihat ke masyarakat. Kalianlah yang menanggungnya. Kalian dan keluargalah yang akan malu setengah mati. 

Salam Ukhuwah

Ini adalah pengalaman ketigaku mengusir dua sejoli yang mojok di tempat-tempat gelap disini. Aku benar-benar terusik dengan tingkah pemuda yang beginian.