Innalillahi wainna Ilaihi Rojiun, itulah kalimat pertama yang terucap ketika membaca sebuah berita di grup FB ku. Dua orang petugas keamaan IPB tewas tertembak ketika memergoki pelaku curanmor yang sedang beraksi. Pelaku berjumlah dua orang dan menggunakan Vario Hitam serta berjaket hitam, saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Kejadian pencurian ini memang kerap terjadi di IPB. Beberapa kali sahabat saya dulu kehilangan motor hanya karena ditinggal di depan warnet ketika ia sedang mengerjakan tugas, atau ketika sedang menonton bola di warkop. Tidak hanya kendaraan roda dua, pelaku seperti ini juga sering menyatroni kos-kosan atau kontrakan mahasiswa IPB, mengambil apapun yang bisa dijual, terutama laptop dan hape. (Dulu ketika kuliah, kos-kosan ku sering tuh dikunjungi maling, sialnya tidak pernah ketangkep tapi Alhamdulillahnya saya tidak pernah kehilangan)

Image

UKK IPB (dok. @Bonar_UKK_IPB)

Bonar dan rekannya, Suhardi, tewas ditembak pelaku di Masjid Al-Hurriyah IPB, Darmaga, Bogor. Penembakan ini tejadi sesaat sebelum salat Jumat berlangsung. Pelaku berhasil kabur dan masih dalam pengejaran polisi, sementara motor yang diincar tidak berhasil dibawa.

Bonar merupakan nama panggilan dari rekan kerjanya di Unit Keamanan Kampus (UKK) IPB, biar terlihat sangar, begitulah ujar sahabatnya dulu. Nama aslinya Supriatna, Ia sudah sangat lama mengabdi di IPB, 20 tahun, dan merupakan sosok yang cukup dekat dengan mahasiswa.

Sebelum peristiwa siang tadi terjadi, Bonar sudah sangat sering memperingatkan mahasiswa IPB melalui twitternya, berikut beberapa peringatan yang ia sampaikan berulang-ulang melalui akun twitternya.

“Hati2 curanmor berkeliaran di dlam kampus,” tulis Supriatna pada 9 Mei 2012.

“Menjelang sore.. hati-hati parkir motor anda. curanmor selalu mengincar,’ tulisnya pada 25 April 2012.

“Setiap saat pelaku curanmor mengawasi kita, menanti saat lengah, maka jgn ksih kesempatan bt mereka, tetaplah koordinasi dgn petugas UKK,” pesannya pada 24 April.

“Pelaku pencurian nyaru seperti mahasiswa/i” tulisnya pada 24 April.

Semoga arwah kedua korban diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Untuk kita semua, mari lebih berhati-hati.

Salam Ukhuwah