Image

Pertandingan sengit antara Muenchen vs Chelsea sudah berakhir dan menelurkan juara baru, the Blues Chelsea bersorak sorai, sedangkan Muenchen menangis. Pertandingan yang berakhir dengan adu penalti ini berjalan cukup sengit dan menegangkan. Bagaimana tidak, kemenangan yang sepertinya sudah berada 1 cm di depan semua pemain Muenchen, harus pupus, menguap hilang entah kemana. Hilang karena gol Drogba di menit akhir waktu normal. 

Waktu normal selesai, skor masih tak berubah 1-1. Di perpanjangan waktu, kemenangan kembali mendekat ketika sang pengadil lapangan menunjuk titik putih saat mengetahui si pahlawan Chelsea, Drogba menjatuhkan Robben di dalam kotak penalti, namun Robben yang menjadi algojo gagal mengonversinya menjadi gol. Babak tambahan selesai tanpa gol tambahan. 

Di adu penalti, hanya Juan Mata yang gagal melakukan tugasnya dengan baik, sedangkan Drogba, Lampard, dan Cole sukses. Di kubu Muenchen Olic dan Shcweinteiger gagal, sedangkan Lahm, Gomez, dan Neuer berhasil menjaringkan bola. 

Bagi saya pertandingan kali ini menegaskan kembali bahwa kekuatan finansial sebuah klub adalah faktor penting penentu keberhasilan. Kita semua tahu bahwa Chelsea tidak ada apa-apanya sebelum Roman Abramovich datang, sudah lama tidak menjadi juara di liga Inggris dan tidak pernah juara Liga Champion. Tapi sejak kedatangan sang Roman, lambat laun Chelsea bangkit menjadi kekuatan baru di Eropa, bukti teraktualnya adalah pertandingan dinihari tadi.

Langkah yang dilakukan sang konglomerat Rusia ini ternyata banyak diikuti oleh konglomerat dunia lainnya, entah apa niat yang ada di hati mereka. Berikut beberapa klub yang sudah dibeli oleh orang-orang kaya dunia.

1. Chelsea

Sejak dibeli oleh Roman Abramovich pada Juni tahun 2003, Chelsea berubah menjadi klub yang disegani di liga primer Inggris dan Eropa. Sebelumnya ia telah mempertimbangkan untuk membeli beberapa klub lainnya sebelum akhirnya ia membeli Chelsea, yang saat itu mengalami kesulitan finansial. Pembelian ini membuatnya menjadi terkenal di Inggris.

Pada musim pertamanya bersama Roman Abramovich, Chelsea finish di urutan kedua setelah di musim sebelumnya berada pada urutan ke empat dan mencapai semi final liga Champion. Di musim berikutnya Jose Mourinho direkrut dan Chelsea mengakhiri musim ini sebagai juara liga, pertama setelah 50 tahun.

2. Manchester City

Pada September tahun 2008 Manchester City resmi berpindah tangan dari Thaksin Shinawatra ke Abu Dhabi United Group Investment and Development Limited (ADUG). Di awal proses take over, nama Dr. Sulaiman al-Fahim disebut-sebut sebagai calon pemilik teranyar The Citizens. Namun, setelah pengambilalihan klub selesai, diketahui owner Man City adalah Sheikh Mansour bin Zayed al-Nahyan. Status multi miliarder sheikh Mansour langsung meroketkan nama Man City sebagai klub yang memiliki dana terbesar seantero dunia! Bayangkan saja, kekayaan pemilik klub mencapai angka 560 miliar pounds (Rp 10 ribu triliun)! Dengan dana sebesar ini, maka nama-nama besar dan berkualitas mudah didapatkan.

Lahirlah kekuatan baru yang tidak bisa diremehkan di Liga Primer Inggris, teranyar, Citizens berhasil mencuri gelar musim ini dari seteru abadinya, Manchester United. 

3. Malaga

Sebelum dibeli oleh konglomerat Qatar Sheikh Abdullah Al Thani, Malaga adalah klub yang tidak diperhitungkan di La Liga Spanyol. Namun kini, Malaga akan tumbuh menjadi Manchester Citynya liga Spanyol. Di penghujung musim ini Malaga mampu mengunci klasemen keempat dan memastikan berlaga di Liga Champion musim depan.

Kekuatan Malaga jelas tidak bisa dianggap remeh sekarang, nama-nama besar seperti Van Nistelroy, Baptista, Cazorla, Toulalan, Joaquin, Demichelis, Rondon, dan lainnya menjadi bukti bahwa Malaga serius ingin bersaing dengan Real Madrid dan Barcelona. 

3. Anzhi Makhachkala

Tidak ada yang tahu dengan klub ini sebelumnya, namun semua mata seakan terbelalak ketika klub menawar pemain terbaik Afrika, Eto’o dan menawarkan kontrak yang sungguh menakjubkan, 4.1 Miliar per pekan, mengalahkan gaji Aguero 3.5 Miliar per pekan. Uang sebanyak itu jelas bukan masalah bagi Suleyman Kerimov, konglomerat asal Rusia si pemilik klub.

Saya sendiri masih bingung, apa untungnya membeli Anzhi Makhachkala, klub yang masih seumur jagung (Anzhi berdiri tahun 1991) dan berada dalam liga yang tidak dilirik dunia. Tapi biarlah, yang punya uang kan Kerimov, bukan saya. 

4. Paris Saint Germain (PSG)

Pemilik PSG yang kaya raya, Nasser al Khelaifi berambisi membentuk klub terbaik di Liga Perancis dan Eropa. Ia menggelontorkan dana yang cukup besar untuk membangun sebuah tim, salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggandeng pelatih bertangan dingin asal Italia, Ancelotti. Setelah itu, beberapa nama mulai dikait-kaitkan ke PSG.

Para pemilik klub melihat potensi yang sangat bagus dalam industri sepakbola, terutama dari fans dan berjuta pasang mata yang setia memelototi pertandingan di liga-liga elit dunia. Sebelumnya, mungkin kita tidak mengenal Etihad Airways, namun ketika nama ini tertulis indah di jersey citizens, tidak ada lagi yang tidak mengenalnya bukan?

Mungkin para pemilik klub hanya mengedepankan keuntungan, membeli sebuah klub sepakbola dan meraup keuntungan yang berlipat, padahal ia tidak menikmati setiap pertandingan bola. Tapi sekali lagi, itu uang mereka, jadi suka-suka mereka mau diapain.

Begitulah, kapitalisme mampu mengubah wajah sepakbola. Selalu ada pro dan kontra, nikmati saja. Selamat untuk fans Chelsea, Good Job!!!