kita tidak pernah benar-benar tahu efek tindakan yang kita lakukan saat ini kepada kehidupan siswa kita

Syaiha, 2012

Ya, kita tidak pernah benar-benar tahu efek tindakan kita saat ini kepada orang lain, dan sebagai seorang guru, maka terutama efeknya kepada siswa kita. Apakah akan memberikan efek yang baik atau malah mungkin akan memberikan efek yang buruk, semoga tidak yang kedua. Itulah mengapa kemudian kita sebagai seorang guru harus benar-benar menjaga semua ucapan, tindakan, dan penampilan kita di hadapan siswa. Kita adalah model bagi siswa, mereka akan menilai dan mengikuti apa yang kita kerjakan, kita ucapkan, bahkan mungkin apa yang kita kenakan.

Begitu krusialnya pribadi guru bagi siswa, maka sebuah keniscayaan bagi seorang guru untuk selalu lebih baik dari hari ke hari, terutama perbaikan dalam mengajar dan berinteraksi dengan siswanya. Bagaimanakah caranya agar kita menjadi lebih baik? Berikut beberapa hal yang saya lakukan di sekolah, sampai saat ini masih memberikan efek yang baik bagi siswa.

(sesaat sebelum masuk, menunggu bel)

Selalu tersenyum. Senyum adalah sihir yang diperbolehkan dalam agama, bahkan dianjurkan. Dengan senyuman kesedihan bisa menguap hilang. Senyuman itu menentramkan. Senyuman adalah bahasa dunia yang dimengerti oleh setiap manusia dari manapun asalnya. Tersenyumlah kalian, maka rasakan keajaibannya. Senyuman yang baik adalah senyuman yang tulus. Seperti senyuman sang bayi. Lihatlah ketika bayi tersenyum, ada yang tidak suka? Saya rasa kita akan serentak menjawab tidak, semua kita suka melihat bayi tersenyum. Menentramkan. Bandingkan dengan senyuman saya, ah, mungkin kalian juga akan suka, karena saya selalu tersenyum manis. Saya kan hitam manis.

Ucapkan salam kepada semua siswa saat bertemu. Salahkah seorang guru mengucapkan salam terlebih dahulu? Tidak! Itu perbuatan baik dan akan menjadi contoh untuk siswa kita. Salam adalah doa, mengucapkan salam berarti mendoakan kebaikan dan keselamatan untuk siswa kita. Selama ini di sekolah saya, memang masih ada sebagian guru yang tidak mau mengucapkan salam terlebih dahulu kepada siswa. Menunggu siswanya dahulu yang mengucapkan salam, mungkin ingin dihormati. Feodalisme yang masih melekat, warisan jajahan Belanda, 3.5 abad.

Beri apresiasi kepada siswa apapun hasilnya. Kita sering memberikan tugas atau pekerjaan rumah kepada siswa kita, disaat kita memeriksa dan memberi nilai, jelas ada yang tinggi dan ada yang belum. Sebagai seorang guru kita harus memberi apresiasi terbaik kepada semua siswa, jangan membandingkan siswa satu sama lain, di mata guru, semua siswa adalah anak hebat dan cerdas. Seperti yang saya lakukan, jika memeriksa pekerjaan siswa, saya hanya memeriksa benar dan salah saja, tidak memberi nilai di kertas mereka. Di kertas mereka hanya saya tulis “anak cerdas, teruslah belajar ya sayang”, semua kertas pekerjaan siswa akan saya tulis kalimat berbeda namun bermakna sama. Mereka semua hebat.

Apresiasi ada dua macam, verbal dan non verbal. Apresiasi verbal adalah apresiasi dalam bentuk perkataan dan tulisan. Sedangkan apresiasi non verbal adalah apresiasi yang diberikan bukan dalam ucapan dan tulisan. Biasanya dengan memberikan acungan jempol, mengusap kepalanya, memegang pundaknya, dan lain-lain.

Berbaur dengan siswa saat istirahat. Kita, sebagai guru memang memiliki kantor. Namun jangan digunakan saat istirahat. Akan lebih baik jika ketika istirahat, kita berbaur dengan siswa di lapangan, di teras kelas, di kantin, atau dimanapun. Berbaurlah dan bermainlah dengan mereka.

(berbaur, makan bersama saat istirahat)

Itulah beberapa hal yang saya lakukan di sekolah, hasilnya? Saya menjadi idola siswa. Alhamdulillah. Ingatlah, sentuhlah ia (siswa) tepatnya di hatinya, maka ia akan menjadi milikmu selamanya, begitukan yang disampaikan Ari Lasso? Maka mari buktikan, menyentuh hati siswa agar pembelajaran menjadi kondusif dan menarik. Selamat mencoba.

Salam dahsyat, Syaiha