kita suka dengan kerapian dan kebersihan tetapi kita tidak suka merapikan dan membersihkan

Syaiha, 2012

Pembaca sekalian, coba bayangkan jika sekarang kita sedang berada dalam sebuah ruangan yang bersih dan rapi, semua barang-barang diletakkan pada tempatnya masing-masing, aroma ruangan harum, gelas dan piring tidak ada yang menumpuk kotor, pasti menyenangkan, iya kan? Kita akan betah berlama-lama di dalamnya, benar? Jika kita tidur di ruangan itu mungkin akan mimpi indah dan bangun dengan kondisi badan yang fresh. Mungkin.

Sekarang coba bayangkan keadaan sebaliknya, kita sedang berada dalam sebuah ruangan yang kotor dan berantakan, barang-barang berserakan dimana-mana, tidak diletakkan di tempat yang seharusnya, aroma tak sedap tercium menyengat, sisa makanan hingga berjamur di wastafel, bungkus-bungkus plastik berserakan di meja, kopi sisa beberapa hari lalu yang tak berubah posisinya di meja kerja, dan sebagainya. Sungguh tidak menyenangkan bukan? Akan betahkah berada di dalamnya? Saya yakin tidak.

Sudah fitrah dari Alloh bahwa kita akan menyukai hal-hal yang menyenangkan dan indah. Namun sayangnya kesukaan kita terhadap sesuatu sering sekali tidak diiringi dengan tindakan nyata menuju ke arah sana. Kita suka kerapian, tapi kita tidak suka merapikan sesuatu yang sudah kita pakai. Kita suka kebersihan, tetapi tidak suka membersihkan yang kotor. Kita suka dan ingin berprestasi tapi kita tidak suka belajar. Orang-orang dengan mimpi dan keinginan besar tapi tak sadar. Kasihan dia.

Mengapa kita tidak suka merapikan dan membersihkan? Akan banyak alasan mungkin yang akan muncul, tapi saya percaya bahwa alasan utamanya adalah malas. Kebanyakan dari kita tersandra dengan rasa malas sehingga tidak melakukan apa-apa. Ingin menjadi penulis tapi malas berlatih menulis setiap hari, maka sama saja kita merindukan matahari terbit dari barat, mustahil. Ingin jadi orang hebat, tapi malas memperbaiki diri, justru berkelakuan bejat, maka terlaknat bukan menjadi terhormat. Rasa malas jika sudah benar-benar melekat dalam diri kita, maka tinggal menunggu saja kehancuran yang sudah menanti di ujung jalan ini. Mimpi hanya akan tinggal menjadi mimpi tanpa kenyataan. Menyesal dan putus asa, atau mungkin menyalahkan keadaan, masih tidak mau bercermin.

Mengapa kita tidak suka merapikan dan membersihkan? Mungkin alasan keduanya adalah menunda-nunda pekerjaan. Sebuah perbuatan yang hanya akan membuat kita semakin berat. Menunda pekerjaan sekarang sama saja menumpuk pekerjaan untuk hari esok. Ada orang yang suka meninggalkan cangkir kopinya hingga berhari-hari, mungkin niatnya akan dibereskan nanti ketika pulang kerja, tapi setelah pulang kerja kelelahan melanda, dan malanglah nasib cangkir kopinya yang masih diam membisu, kotor. Bukankah Islam mengajarkan, selesaikan pekerjaan dengan segera agar bisa berlanjut ke pekerjaan berikutnya? Sayangnya nilai-nilai Islam bagi sebagian kita hanya dijadikan sebagai pengetahuan, bukan amalan. Jangan menunda pekerjaan, lakukan apa yang bisa dilakukan sekarang.

Mengapa kita tidak suka merapikan dan membersihkan? Mungkin karena kita terkadang suka mengandalkan orang lain. biarkan saja deh, ntar juga ada yang beresin. Memang sih kemungkinan akan ada yang membersihkannya, tapi tetap saja tindakan kita yang mengandalkan orang lain benar-benar sebuah tindakan manusia sontoloyo dan kecil. Lakukan apa yang bisa kita lakukan, jangan mengandalkan orang lain.

Mengapa kita tidak suka merapikan dan membersihkan? Terakhir, mungkin karena kebiasaan dari kecil. Ini penyakit kronis, susah disembuhkan kecuali ia sadar bahwa yang ia lakukan adalah sebuah kesalahan. Sayangnya banyak yang tidak sadar bahwa tindakan mereka yang seenaknya adalah penyakit yang harus disembuhkan. Ketika kecil mungkin orang tuanya tidak pernah mengajari untuk meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Kebiasaan ini terbawa hingga dewasa, sudah mengakar dalam dirinya. Kasihan.

Pembaca sekalian, mari terus melakukan perbaikan diri dari hari ke hari menuju kebaikan. ingatlah perbuatan sekecil apapun akan dimintai pertanggung jawaban. Termasuk jika kita seenaknya meninggalkan barang-barang berserakan di meja kerja, di rumah, atau dimanapun. Semoga bermnafaat.