Satu per satu tiang PLN dipanjat, di lengkapi kabelnya. Gardu-gardu listrik yang didatangkan beberapa hari lalu juga sudah di pasang di tempatnya masing-masing. Tiga orang pekerja secara bergantian menaiki tiang listrik memasang kabel-kabel.

“wah sebentar lagi selesai nih kayaknya pak..” aku menghentikan langkah, turun dari SMP Satu Atap 8 Bayah. Berhenti sejenak, hanya untuk bertanya-tanya dan diskusi.

“kalau lancar mungkin Kamis sudah selesai semua” jawab lelaki itu singkat. Aku mengangguk saja sambil memperhatikan seorang bapak yang lain, sedang di atas tiang listrik, di tengah teriknya mentari.

“setelah itu langsung di aliri listrik pak?” aku bertanya lagi.

“Belum. Setelah kamis selesai, kami harus laporan ke atasan. Setelah itu, akan dilakukan pengecekan oleh kantor untuk memastikan apakah semua sudah oke dan aman atau belum jika di aliri listrik. Kalau ada yang tidak sesuai atau kurang aman, maka harus diperbaiki, tapi jika sudah oke dan aman, barulah listrik akan dialirkan” lelaki berkulit sawo matang itu menjelaskan.

“wah, berarti sebentar lagi dong pak?”

“belum tau mas, semua tergantung dari pengecekan nanti. Kalau pengecekan cepat dilaksanakan, ya semakin cepat juga listrik masuk ke sini. Soalnya kan tanggal pengecekannya belum dijadwalkan” jawab lelaki itu, pekerja PLN.

“intinya tergantung cepat atau tidak pengecekan dilakukan dong pak? Dan kalau lancar maka kemungkinan besar Januari 2012 listrik sudah bisa dinikmati oleh warga ya pak?”

Lelaki itu mengangguk sambil menghisap rokoknya dalam-dalam. Aku semakin asyik menikmati buah manggis yang segar. Buah khas daerah sini.

Sebentar lagi, kampung Tambleg akan menjadi terang benderang. Malam akan semakin hidup, anak-anak bisa belajar dengan baik, bapak-bapak akan bisa menikmati hiburan di televisi sambil melepas lelah setelah seharian di sawah, dan ibu-ibu akan lebih leluasa mengerjakan sesuatu di malam hari, malam akan semakin produktif.

Namun, dibalik setumpuk manfaat di atas, kekhawatiranpun hadir menyelimuti. Kedatangan listrik ini secara tidak langsung juga akan membuat budaya yang ada di Tambleg mengalami pergeseran. Kedatangan listrik ini memang akan menjadi dilema jika tidak dibarengi dengan kajian sosial yang mendalam. Budaya selama ini, yang masih murni mungkin akan sedikit ternodai, terutama oleh televisi.

semoga saja warga kampung Tambleg lebih merasakan manfaat dari listrik yang sebentar lagi akan mereka nikmati” aku bergumam dalam hati, membuang jauh-jauh kekhawatiran sambil meneruskan perjalanan.

Selasa 27 Desember 2011

11.20 WIB