Hari ini mungkin akan menjadi salah satu hari paling menyenangkan, seharian tertawa lepas, tersenyum indah, melupakan semua kelelahan setelah sepekan beraktivitas. Kok bisa? Ada apa? Bukan apa-apa sih sebenarnya, cuma ketemu sama kak Iman Surahman. Hayo, pembaca kenal tidak dengan beliau? Yupz!! Beliau adalah pendongeng handal yang sudah berkomitmen untuk fokus di dunia anak-anak. Saat ini beliau juga berbisnis dengan Alloh, menghidupi anak yatim dari pelosok negeri, sudah 10 anak yatim yang tinggal di rumahnya.

“saya selalu yakin, bahwa berbisnis dengan Alloh pasti akan selalu menguntungkan dan tidak akan pernah ditipu” katanya selepas sholat Ashar bersama kami, mahasiswa SGEI III.

Saat ini kak Iman sudah fokus di dunia dongeng, dunia anak-anak. Baginya mendongeng adalah aktivitas dakwah kepada anak-anak, menanamkan nilai-nilai luhur untuk generasi muda yang akan memimpin negeri ini nanti. Dan hari ini, Sabtu 07 Januari 2012, kak Iman berkesempatan mengisi pelatihan di SGEI LPI Dompet Dhuafa, Belajar dan Mengajar Menyenangkan dengan Dongeng. Pelatihan ini diharapkan mampu menumbuhkan cara-cara kreatif dalam mendongeng ketika nanti kami di kirim ke pelosok negeri untuk mengajar disana.

Dalam pelatihan hari ini, kak Iman berkali-kali membuat kami terpingkal-pingkal karena ulah, ekspresi wajah, dan beragam suara yang diperagakannya.

“kita diberi tubuh sempurna ini oleh Alloh gratis, maka gunakan semaksimal mungkin untuk mendekat kepadaNYA, salah satunya adalah menggunakannya untuk mendongeng, gunakan semua anggota tubuh untuk menyampaikan pesan dalam dongeng yang dibawakan” nasihatnya.

Hari ini juga aku kembali diingatkan dan mudah-mudahan pembaca sekalian juga menyadari bahwa tidak ada anak yang nakal, semua anak baik dan cerdas.

Kadang ngerasa aneh juga kalau ada orang tua yang dengan gampangnya mengatakan, heh, nakal banget sih kamu!! Kan sudah ibu bilang, jangan suka main pisau!! Atau bodoh banget sih, masa soal begini saja tidak bisa mengerjakan! Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat lain, semua ini tidak benar! Stop! Dan jangan ulangi lagi.

Tidak ada anak yang nakal dan bodoh, kita saja sebagai orang tua yang tidak sabar. Melampiaskan semua masalah ke anak. Padahal anakkan tidak tahu apa-apa. Anak datang minta uang, “ma minta uang dong untuk jajan”. Eh malah mama jawabnya “kamu, bisanya cuma minta uang aja, gak tau ya kalau cicilan motor belum lunas, kredit rumah masih lama!!” jelas saja sang anak akan diam mendengar suara menggelegar dan mata melotot dari mamanya, menyeramkan. Padahal kalau berani mungkin anak bisa saja menjawab “yee.. siapa juga yang minta motor, aku kan mau minta uang”

Begitupun sebagai guru, aku menyadari sepenuh hati bahwa semua anak cerdas, tidak ada yang nakal. Kita saja yang harus lebih sabar dalam mengajar dan menyampaikan.

Nah, pembaca sekalian, anak-anak kita adalah amanah dari Alloh swt, mereka adalah pemimpin masa depan negeri ini, didiklah dengan pendidikan keluarga yang benar, sekolah yang memanusiakan, dan lingkungan yang kondusif. Kita semua ingin masa depan yang lebih baik, dari sekaranglah semuanya bermula, dari pendidikan yang benar ke anak-anak kita. Selamat mendidik.

Parung, Bogor

07 Januari 2012

Salam Dahsyat, Syaiha.