Suatu ketika, ada seorang guru yang bijak, Ia meminta murid-muridnya untuk membawa satu kantong plastik bening ke sekolah. Lalu Ia meminta setiap anak memasukkan beberapa kentang ke dalamnya. Setiap anak diminta memasukkan sebuah kentang untuk setiap orang yang tidak mau mereka maafkan. Mereka juga diminta untuk menuliskan nama orang itu serta mencantumkan tanggal di dalamnya.

Mereka diminta membawa kantong bening itu siang dan malam, kemana saja harus mereka bawa. Selama satu minggu penuh. Kantung itu harus ada di sisi mereka kala tidur. Di letakkan di meja saat belajar, dan ditenteng saat berjalan. Ada beberapa anak yang memiliki kantong yang ringan, namun banyak juga anak yang memiliki kelebihan beban karena terlalu banyak kentang di dalamnya. Lama kelamaan kondisi kentang itu semakin tidak menentu, banyak dari kentang itu yang busuk dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Hampir semua anak mengeluh dengan pekerjaan ini, hingga akhirnya waktu satu minggu itupun selesai. Dan semua anak agaknya banyak yang memilih untuk membuang daripada menyimpannya terus menerus. Keesokan harinya, sang guru bertanya

“ayo anak-anak, bagaimana pendapat kalian, pengalaman apa yang kalian dapatkan selama satu minggu ini tentang kentang itu?”

Salah seorang diantara seorang murid itupun menjawab “melelahkan sekali bu, hidup kami terasa berat dan terhimpit, dan kami juga terganggu karena bau yang tidak enak”

Dan sepertinya masih banyak keluhan-keluhan lainnya. Hampir setiap siswa akan berbeda keluhannya. Dengan senyum yang penuh bijak guru itu berkata

“iya. Itu merupakan sebuah perumpamaan yang baik tentang harga yang harus kita bayar untuk sebuah kepahitan yang kita simpan dan untuk dendam yang kita genggan terus menerus. Getir, berat, serta mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Bisa jadi itulah nilai yang akan kita dapatkan saat memendam amarah dan kebencian, apalagi dendam pada seseorang. Sering kali kita berpikir memaafkan adalah hadiah bagi orang yang kita beri maaf. Namun ingat, kita harus kembali belajar bahwa pemberian itu juga hadiah buat diri kita sendiri untuk sebuah kebebasan. Kebebasan dari rasa tertekan, dari rasa dendam, amarah, dan kedengkian hati.