Adakah yang masih meragukan bahwa negeri akan bangkit dan menjadi negara yang berwibawa di mata dunia? Tidak percayakah kalian bahwa harapan itu masih ada? Negeri ini memang bobrok, mungkin kalau dianalogikan sebagai orang sakit, negeri ini adalah penderita yang sudah kritis lama sekali, belum sadar-sadar. Bagaimana tidak, di saat masyarakat kelaparan, anggota dewan di atas sana sibuk mengurusi WC gedung tempat tidur mereka, tidak tanggung-tanggung, 2 Miliar bro!! Cuma untuk ngurusin WC. Gila ya.

Belum lagi hari ini dan kemarin, media di sesaki dengan tindakan dahsyat pak JOKOWI. Dengan keberaniannya, Ia memberi contoh kepada pemimpin yang lain, membeli mobil dinas hasil karya anak bangsa ini. Kualitasnya bagaimana? Ah sudahlah, jikapun kualitasnya kurang oke, paling tidak ini tindakan hebat dan perlu dicontoh. Kualitas bisa ditingkatkan nanti, sambil jalan. Ternyata tindakan pak JOKOWI ini tidak sedikit mendapat cemoohan dari orang-orang, tapi sekali lagi pak JOKOWI dengan tenang menjawab,

“kita harus berani memberi contoh, karena kita adalah pemimpin” pokoknya Salut buat pak JOKOWI, kapan ya beliau mencalonkan diri sebagai presiden??

Intinya memang negeri ini sudah sangat-sangat bobrok, sekelas pak JOKOWI yang ingin memberikan contoh saja malah dicemooh, edankan. Apa coba inginnya mereka yang mencemooh itu.

Tapi sekali lagi, dengan optimisme yang tinggi saya akan berteriak bahwa saya yakin Indonesia akan bangkit nanti, paling tidak 50 tahun lagi. Yah masih lama!! Emang. Tidak ada yang instan. Semua ada prosesnya, dan proses itu harus dimulai dari sekarang.

Ini bukan keyakinan tanpa alasan. Alasannya jelas. Pertama syarat untuk menjadi negara hebat ada dua Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia. Untuk SDA, tidak usah diragukan lagi deh, Indonesia rajanya. Tinggal SDM nih. Dan sebenarnya negeri ini mendukung juga, mari perhatikan.

Indonesia adalah negara berkembang dengan piramida penduduknya adalah piramida berdiri, golongan muda jauh lebih banyak dari golongan tua, dan golongan tua yang sedikit itu memiliki harapan hidup yang rendah. Yah, mungkin umur 60 tahun orang Indonesia sudah akan meninggal, kalaupun ada yang sampai 80 tahun atau lebih, jumlahnya sedikit. Itu bonus dari Alloh. Nah, artinya nanti akan ada suatu masa saat golongan muda mulai produktif, berkarya, dan berbuat untuk negeri ini sedangkan tanggungan negara membiayai orang tua sedikit, karena sudah banyak yang meninggal, di masa ini akan ada kelebihan ekonomi yang akan menopang negeri ini berkembang.

Di Eropa sebaliknya, mereka yang mengagung-agungkan untuk memiliki anak sedikit, menunda menikah, dan mengejar karir setinggi-tingginya, nanti akan merasakan akibatnya. Lihatlah piramida kependudukan mereka sekarang, piramida terbalik. Generasi muda mereka sangat sedikit, sedangkan golongan tuanya banyak. Keadaan ini diperparah dengan harapan hidup yang tinggi di sana. Mungkin umur 80 tahun baru mereka meninggal. Anggaplah masa produktif di eropa adalah hingga umur 70 tahun, berarti akan ada 10 tahun hidup mereka yang harus ditanggung oleh negara.

Artinya akan ada suatu masa di Eropa nanti, tanggungan menghidupi orang-orang tua yang banyak oleh anak-anak muda yang jumlahnya sedikit. Malang sekali mereka.

Kini, masih ragukah kalian bahwa Indonesia akan berjaya? Ragukah bahwa Indonesia akan menjadi negara yang diperhitungkan di dunia. Aku tidak ragu sama sekali!! Hanya saja, ingatlah bahwa tidak ada yang jatuh dari langit dengan cuma-cuma, semua usaha dan doa. Harapan ini tidak akan tercipta jika kita tidak mempersiapkan generasi yang hebat dari sekarang. Tidak ada kata besok, sekaranglah saatnya membentuk generasi itu. lalu bagaimanakah caranya?? Menurut kalian??