Sukses dan bahagia. Dua hal yang sangat berhubungan. Ketika sukses menghampiri maka kebahagiaan juga akan mendatangi. Selain itu, kesuksesan juga sangat identik dengan kerja keras atau usaha, seperti kata Dewa 19 ‘tak ada yang jatuh dari langit dengan cuma-cuma, semua usaha dan doa’. Maka omong kosong jika ada yang mengatakan bahwa sukses itu bisa datang dengan mudah (kayak iklan-iklan di internet tuh), sukses bukan sesuatu yang instan, tidak ada yang instan di dunia ini. Paling cuma mi instan yang bisa instan, hanya dengan tiga menit sudah bisa dinikmati. Hehe

Nah kemudian pernahkah mendengar orang yang mengatakan “alhamdulillah saya sudah mencapai kesuksesan saya, bla.. bla.. bla..” bagaimana menurut pembaca sekalian? Benarkah kalimatnya? Bagiku, itu salah. Eits, ini menurutku lo ya…

Bagiku sukses itu bukan tujuan, sukses adalah proses yang berkesinambungan. Tidak ada ujungnya hingga kematian yang akan menghentikannya. Setiap hari, kita sedang mengalami kesuksesan kecil, kesuksesan kecil ini seperti batu bata yang menyusun tembok rumah kita, jika disusun dengan baik maka akan menjadi tembok mimpi yang indah. Jadi menurut pendapat saya pribadi, sukses itu bukan sebuah tujuan akhir. Karena jika sukses diartikan sebagai tujuan, maka kita akan berhenti, tidak melakukan apa-apa lagi, ketika sukses itu datang. Merasa puas. Sukses itu adalah melakukan hal yang lebih ketika berhasil mencapai sesuatu.

Lalu bagaimana agar kita selalu sukses? Nih, beberapa tips dari saya. Hasil perenungan yang mendalam, hehehe..

  1. Tetapkan tujuan besarnya. Tujuan besar ini harus jelas dan terukur agar kita gampang menentukan strategi dan metode yang akan digunakan. Misalnya saya, tujuan besar saya adalah ingin menjadi seorang trainer pendidikan dan penulis minimal berskala nasional. Tujuan ini akan menjadi kompas bagi penunjuk jalan kehidupan kita. “coba kau tunjuk satu bintang” kata sheila on 7 “sebagai pedoman langkah kita”. Jangan pernah ragu menentukan tujuan besar kita, “bidiklah rembulan” kata seorang sahabat suatu ketika menasihati “karena jika meleset paling tidak akan mengenai bintang yang ada di sekitarnya”.
  2. Tahu ilmunya. Ketika tujuan besar sudah kita tetapkan maka langkah berikutnya adalah belajar tentang apapun yang berkaitan dengan tujuan kita, dari A-Z. Karena akan sangat berbeda jika melakukan hal yang jelas kita fahami dengan hal yang tidak kita ketahui. Kita akan sangat powerfull mengerjakan hal yang kita tahu jelas apa manfaatnya bagi kita. Kita akan total bekerja ketika kita tahu sesuatu itu baik dan bermanfaat. Pengetahuan ini berhubungan dengan ilmu. Ingin menjadi seorang trainer pendidikan dan penulis, maka kemudia aku harus banyak membaca dan belajar ilmu-ilmu yang berhubungan dengan tujuan ini. Ilmu komunikasi, psikologi perkembangan, managemen anak berkebutuhan khusus, teknik menulis sederhana, dan masih banyak lagi.
  3. Berlatih terus menerus. Yah, tidak ada yang instan. Semua harus disiapkan dan dilatih. Saya berpakaian rapi setiap hari, menulis dan membaca setiap hari, mendengar dengan baik, mengucapkan salam dan tersenyum kepada siapapun, dan sebagainya adalah beberapa bentuk persiapan menuju cita-cita masa depan. Itu adalah bentuk latihan.

Seorang Cristiano Ronaldo, gelandang Real Madrid, adalah salah satu contoh pemain sepak bola terbaik abad ini. Kesuksesannya tidak mungkin datang tiba-tiba. Saya sangat yakin jika Cristiano Ronaldo bisa sesukses ini adalah karena Ia paling tidak melakukan tiga hal di atas. Punya target, cita-cita, atau harapan, memahami ilmu tentang sepak bola, dan kemudian ia rajin berlatih setiap hari, konon si doi kalau latihan bisa sit up hingga 2000 kali per harinya. Wuihhh.. pantes aje bodinya oke.

Nah jika kita ingin sukses maka yuk paling tidak melakukan tiga tahap di atas. Itu tiga hal minimal lo, boleh kalau mau ditambah lagi. Dengan menambahkan niat yang baik di awal, dan tawakkal di akhir, itu juga oke.. semoga bermanfaat.

Salam dahsyat, Syaiha