Salah satu dimensi kesuksesan Muhammad saw adalah keberhasilannya menggarap sisi pendidikan dengan sangat baik. Seorang yang ummi, yang tidak bisa baca tulis seperti beliau sangat menekankan pentingnya pendidikan. Maka kemudian kita lihat alumni didikan Rasululloh, ada Abu Bakar yang merupakan ashshabiqunal awwalin, orang yang pertama masuk Islam dan menjadi orang yang selalu mendukung sang nabi, menyumbangkan seluruh hartanya dan merupakan sahabat yang bisa memasuki syurga dari pintu manapun.

Kemudian ada sahabat lain, Abdullah bin Mas’ud, seorang yang memiliki cacat tubuh namun memiliki keilmuan yang luar biasa. Hasil didikan rasululloh, dan masih banyak lagi. Rasululloh tidak pernah mengenyam pendidikan di pusat-pusat pendidikan Yunani yang diasuh oleh para filosof, namun pemikiran yang beliau hasilkan sangat luar biasa dan mampu memecahkan berbagai macam persoalan manusia.

Dalam hal ini Rasululloh pernah bersabda :

sesungguhnya Alloh telah mendidikku, dan Ia (Alloh) mendidikku dengan baik, kemudian Ia (Alloh) menyuruhku dengan akhlak-akhlak mulia dan berfirman, ambillah kemaafanmu dan suruhlah dengan kebaikan, serta berpalinglah dari orang-orang yang jahil

Keberhasilan pendidikan di masa Rasululloh salah satunya didukung oleh adanya living model, menjadikan dirinya sebagai contoh dan teladan bagi umatnya. Rasululloh adalah al Quran hidup, yang berjalan, contoh yang nyata bagi siswanya. Beliau adalah pelaksana pertama semua perintah Alloh dan meninggalkan semua laranganNya. Sehingga siswa beliau mudah mengikutinya. Siswa tidak bingung. Tidak seperti sekarang, banyak guru yang mengatakan “jangan merokok” tapi dia merokok di sekolah. Mengatakan “tidak boleh berbohong, harus jujur” tapi justru dialah yang tidak jujur dengan hanya memberikan tugas kemudian tidak masuk, tidak jujur dengan absensi. Mengatakan “jangan menyontek” tapi malah dialah yang memfasilitasi menyontek massal saat ujian nasional, dan masih banyak lagi.

Adanya perbedaan antara ucapan dan prilaku seorang guru, akan membuat siswa berada pada kebingungan. Mereka tidak tahu mana yang seharusnya dicontoh. Keadaan ini hanya akan merendahkan martabat seorang guru di mata siswa yang seharusnya menghormatinya.

Dan berhatilah-hatilah wahai para guru, bahwa Alloh mengancam!!

wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan? Sangat besar kebencian Alloh ketika kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan

Wahai sahabat guru sekalian, profesi kita sangat mulia, maka mari kita manfaatkan profesi ini untuk menjadi manusia terbaik di sisi Alloh. Let’s Walk the Talk agar siswa kita tidak seperti gambar di atas. Semoga bermanfaat.

Salam dahsyat, SyaiHa