Pukul 11.52 WIB, Kamis 1 Desemeber 2011, handphoneku bergetar, kulirik, di layar tertulis ‘1 new sms’. Malas sekali membukanya, lelah karena baru saja menyebarkan undangan seminar nasional hari guru ke sekolah-sekolah. Di jam-jam ini sudah bisa dipastikan kadar glukosa darahku sudah kritis atau malah sudah habis, lemas dan mengantuk. Namun tetap saja ku raih handphone dengan tangan kiri, dan ku buka dengan malas.

Assalamu’alaykum..

Teman, pernahkah anda menonton film ‘final destination’? kalau pernah bagaimana pendapat anda mengenai film tersebut dari segi isi film dan pesan yang disampaikan?

panjang nih balasannya, nanti saja deh..” pikirku. aku bangkit dari rebahan, mengumpulkan nyawa untuk bersiap ke masjid menunaikan sholat zhuhur. Hari ini memang sangat panas di Bogor, semakin membuat langkah ini berat ke masjid.

ayo semangatlah dalam hal yang baik buatmu SyaiHa!!” aku meneriaki diriku sendiri dalam hati seraya berdiri dan langsung bergegas ke masjid.

Dalam renunganku sehabis menunaikan sholat, aku kembali teringat akan sms dari sahabatku, tentang film final destination itu. Aku merangkai ide-ide untuk menjawabnya, itulah mengapa kemudian tulisan ini ku buat, menjawab pertanyaannya. Terimakasih atas sms-smsnya selama ini, Muhammad Ainur Rofik.

Jujur, ketika menonton film ini pertama kali beberapa tahun yang lalu, aku hanya sekedar menikmatinya. Tidak terpikir pesan dan hikmah yang disampaikan dalam film ini. Kini aku sadar, itu salah. Kita harus belajar dari manapun, bahkan dari film sekelas final destination ini. Final destination ini sudah ada hingga sekuel 5. Kelima film ini memiliki alur cerita yang hampir sama, tentang sekelompok orang yang selamat dari sebuah kecelakaan maut. Ternyata, setelah mereka terbebas dari maut, itu bukanlah sebuah akhir, melainkan baru permulaan bagi mereka. Mereka yang selamat, one by one kemudian meninggal.

Film ini jelas akan membuat jantung penonton berdetak lebih kencang, banyak adegan-adegan yang mengerikan. Bagiku, penikmat film action, horor, dan psikopat, jelas sangat menikmatinya. Hanya sebagai hiburan penghilang penat. Film ini tidak layak ditonton bagi orang yang takut darah, hal-hal sadis, dan yang berbau kematian mengenaskan.

“Pesan yang ingin disampaikan film ini? Apa ya?”

Kematian itu sebuah kepastian, “jika ia datang” kata Alloh dalam Al Quran “maka tidak akan bisa dimundurkan atau dimajukan walau hanya sesaat”. Semua yang pernah hidup di bumi pasti akan merasakan mati, sadar atau tidak kematian ini semakin mendekat. Kita tidak kuasa menolaknya. Namun, banyak masyarakat yang enggan membicarakan tentang kematian, mereka beranggapan bahwa kematian adalah sebuah kejadian yang terjadi secara kebetulan.

Kebanyakan manusia menghindari memikirkan kematian, mereka atau mungkin juga diriku selama ini lebih banyak memikirkan hal-hal yang bersifat duniawi, beranggapan bahwa kematian itu berbanding lurus dengan usia. Padahal siapa yang bisa menjamin bahwa kita masih hidup tahun depan? Atau siapa yang bisa menjamin kita masih hidup beberapa jam ke depan? Tidak ada! Kematian selalu mengintai.

Dalam film final destination, sekelompok orang yang selamat dari maut, dan kemudian di kejar-kejar kematian, mereka mencari cara agar bisa terhindar dari kematian itu. Aneh. Coba bayang, kelahiran dan kematian itu sama, tidak ada kuasa manusia di dalamnya, semua mutlak kuasa Alloh. Sekuat apapun mereka berusaha menghindar dari kematian, toh tetap saja mereka mati. Kematian itu bukanlah hal yang harus ditakuti, karena ia pasti datang, yang menjadi penting kemudian adalah bagaimana kita mempersiapkan kematian kita sebaik mungkin. Hingga saat Izroil datang berkunjung, sebagai tamu terakhir, kita sudah siap dengan jamuan terindah. Allohu a’lam. Semoga bermanfaat.

salam Dahsyat, SyaiHa