Hidup tanpa senda gurau sudah bisa dipastikan akan membosankan, datar, dan tidak berwarna. Tanpa senda gurau, setiap orang akan mudah terjangkit virus stress, lihatlah negara Jepang, negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia. Setiap ada sesuatu hal tidak sesuai harapan, mereka akan beranggapan mereka kalah, dalam tradisi samurai, kekalahan adalah hal yang sangat memalukan, lebih baik mati, lebih terhormat. Bunuh diri menjadi pelampiasan terbaik. Mengerikan dan tragis. Hal inilah yang menjadi latar belakang hadirnya film kartun Sinchan, sutradara ingin mengajarkan kepada penonton bahwa ketika kita stress lakukanlah hal-hal yang menyenangkan, usil, dan mengibur.

Begitupun dalam pembelajaran, tanpa senda gurau ilmu akan susah diserap, siswa akan mengantuk, dan pembelajaran menjadi tidak menarik, membosankan. Namun, senda gurau walaupun begitu penting, tidak boleh berlebihan, karena segala sesuatu yang berlebihan berdampak buruk. Gizi yang notabene adalah hal penting bagi tubuhpun akan menjadi racun jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan, semua ada takarannya, begitu pula dengan senda gurau.

Jika Jepang mengajak penduduknya yang stress untuk melampiaskan dengan hal-hal yang usil dan terlihat jahil, maka kita sebagai umat yang beragama, memiliki aturan dalam segala hal, teramasuk dalam bersenda gurau. Dalam hidupnya, nabi kita juga pernah melakukan senda gurau seperti yang diabadikan dalam hadist yang sudah tidak asing bagi kita semua :

Dari Anas radliyallaahu ‘anhu diriwayatkan bahwa ada seorang laki-laki menemui Rasulullah SAW dan berkata: “Wahai Rasulullah, bawalah aku jalan-jalan”. Beliau berkata : “Kami akan membawamu berjalan-jalan menaiki anak unta”. Laki-laki itu pun menukas : “Apa yang bisa kuperbuat dengan anak unta?”. Beliau berkata : “Bukankah setiap unta adalah anak ibunya?” (HR. Abu Dawud)

Atau dalam riwayat lain, ketika ada seorang nenek tua bertanya pada Nabi SAW : ” Ya Rosulullah, apakah aku bisa masuk syurga ” Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam lalu menjawab : “Tidak ada perempuan tua yang masuk surga”, lalu nenek itu menangis. Kemudian rasul meneruskan  perkataannya, “Di Surga nanti umur manusia berkisar antara 30-35 tahun (dimudakan lagi) muda,cantik dan tampan kembali”. Baru nenek-nenek itu tersenyum senang . (HR. Tirmidzi)

Niat yang baik karena Alloh, Niat merupakan awal dari setiap kegiatan, dari sinilah kemudian sebuah tindakan yang kita lakukan akan bernilai, bisa berharga seperti emas, atau hina seperti tinja (maaf). Dalam Islam diajarkan bahwa dalam melakukan sesuatu harus menjadi ibadah, dan semua itu bisa diwujudkan jika niat awal dalam sebuah tindakan adalah kebaikan. Niat letaknya di hati manusia, tidak terlihat dan hanya Alloh saja yang mengetahuinya. Mari perbaiki niat kita dalam bersenda gurau.

Jangan gunakan asma Alloh dan ayat Al Quran, “dan jangan kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan), tentulah mereka menjawab,”sesungguh nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” katakanlah,” apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kamu selalu berolok-olok?” tidak usah kamu minta maaf, karena kamu kafir sesudah beriman.”(At- taubah 65-66)

Tidak berlebihan, Lakukan segala sesuatu sesuai porsinya, jangan berlebihan. Karena segala sesuatu yang berlebihan akan menjadi racun. Beberapa dampak dari senda gurau yang berlebihan diantaranya akan mematikan hati dan membunuh kewibawaan. Bercandalah secukupnya.

Bercandalah dengan jujur, Jujur adalah kunci keselamatan dunia dan akhirat, maka kejujuran harus diterapkan dalam segala aktivitas keseharian kita, termasuk senda gurau. Jangan hanya karena mengharapkan gelak tawa yang banyak, kemudian kita menggadaikan kejujuran kita. Ironis.

Tidak menyakiti orang lain, Rasulullah SAW bersabda, “janganlah seseorang diantara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh; dan jika telah mengambil tongkat temannya, maka ia harus mengembalikan kepadanya.” (HR. Ahmad dan abu daud; dinilai hasan oleh al-albani). Atau terkadang banyak diantara kita yang gampang sekali memberikan julukan yang jelek hanya untuk mengundang gelak tawa tanpa memikirkan perasaan orang yang diberi julukan itu.

Jangan banyak bercanda, karena itu bisa menjadi kebiasaan dan mengeraskan hati kita. Dan terakhir jangan bercanda dengan orang yang lebih tua dari kita.

Senda gurau memang mempunyai peranan penting dalam kehidupan, terutama pendidikan. Namun bersenda guraulah dengan jiwa yang sehat sehingga jiwa yang kita didik juga menjadi sehat dan nyaman dalam proses pembelajaran.

Salam Dahsyat, SyaiHa