Karunia Adiyuda (14), pemuda asal Jember ini merasa tidak percaya ketika pertama kali guru SD nya menyerahkan form pendaftaran Sekolah SMART Ekselensia Indonesia kepadanya setahun yang lalu, 2010. Karunia menerima dan mengisinya.

“iseng-iseng berhadiah” katanya sambil memutar-mutar ballpoint dengan tangannya.

Pemuda yang bercita-cita ingin menjadi Dokter ini ternyata lolos tahap berkas. Tahapan berikutnya adalah megikuti tes tertulis Bahasa Indonesia dan Matematika, berkompetisi dengan tujuh anak lainnya se-Jawa Timur.

“Alhamdulillah saya bisa sekolah disini, semuanya gratis sehingga sedikit bisa membantu meringankan beban orang tua” kata Karunia yang kini sudah duduk di kelas dua Sekolah SMART Ekselensia Indonesia, masih dengan memutar ballpoint di tangannya, matanya berkaca-kaca. Ayahnya yang hanya bekerja sebagai penjual es putar keliling, dengan penghasilan yang tidak menentu, jelas tidak bisa membiayai pendidikan Karunia dan kedua adiknya.

“saya berharap sekolah ini mampu berkembang menjadi lebih besar, sehingga anak-anak seperti saya yang lemah dalam perekonomian bisa memperoleh pendidikan yang layak di jaman yang serba mahal seperti sekarang” dengan wajah bersemangat penuh harap.