Cinta, lima huruf ini adalah sebuah kata yang ajaib. Kalau Anna Althafunnisa dalam film KCB, saya lupa redaksi pastinya, “Cinta itu adalah perasaan yang bisa membuat si sakit jadi sembuh, penjara jadi syurga, atau setan jadi malaikat”. Lain lagi jika kita menanyakan cinta kepada penyanyi Malaysia di era 90an, “Jika benar cinta itu buta.. butakah hatiku? Berkali terluka masih juga, ku menunggu”, katanya, cinta itu buta.

Kalau kata Amir Khan, dalam film 3 Idiots, “Jatuh cinta itu adalah saat kamu melihat bulan dan bulan terasa semakin mendekat, terlihat lebih besar, kemudian angin akan bertiup sepoi-sepoi”. Nah kalau kata penyanyi dangdut itu, cinta itu ingat doi terus, “Mau makan teringat padamu.. mau tidur teringat pada.. dimanapun teringat padamu.. kekasihku..”. Setiap orang yang ditanya tentang cinta, maka akan menjawab dengan jawaban yang berbeda.

Tapi kabarnya cinta itu nggak bisa didefinisikan. Katanya juga, cinta itu nggak ada di kamus besar bahasa Indonesia (iya nggak sih?). Malah kata seorang ulama yang menekuni masalah cinta ini, “Cinta itu tidak bisa diartikan, semakin kamu mengartikan cinta maka semakin jelas bahwa kamu tidak memahami cinta yang sebenarnya” katanya, “Mengartikan cinta, hanya akan mempersempit saja makna cinta yang sesungguhnya”. Jadi ya nggak usah repot-repot lah mengartikan cinta itu apa, nikmati dan rasakan saja.

Tapi mungkin sudah kebiasaan orang luar sana kali ya, melakukan hal-hal unik dan menarik, makanya mereka pun melakukan penelitian untuk menemukan arti cinta yang sesungguhnya. Saya mendengar di acara Hitam Putihnya Trans 7, bahwa di Inggris pernah dilakukan penelitian tentang arti cinta yang sebenarnya. Tapi uniknya penelitian ini bukan dilakukan pada orang-orang yang sedang kasmaran, melainkan pada anak-anak. Apakah arti cinta menurut kalian? Dan muncullah beragam jawaban yang tentu saja menarik.

“Cinta itu adalah saat kakek mengecat kuku nenek”

“Cinta itu adalah saat ayah menyuapi ibu yang sedang sakit”

“Cinta itu adalah saat ayah dan ibu pulang tepat waktu”

“Cinta itu adalah saat ayah menjemputku di sekolah”

“Cinta itu adalah saat ayah dan ibu hadir dalam pentas seni ku”

Dan masih banyak lagi jawaban unik lainnya. Tapi saya menyimpulkan satu hal, bahwa cinta itu adalah pekerjaan. Mengapa? Karena sebagian besar jawaban anak-anak polos itu adalah kata kerja, mengecat kuku, menyuapi, hadir ke pertunjukan seni, menjemput di sekolah, dan pulang tepat waktu.

Cinta juga, menurut anak-anak itu, adalah sebuah kata yang harus dibuktikan. Tidak ada cinta jika tidak pernah dibuktikan dalam tindakan nyata di keseharian. Entahlah, saya sendiri nggak mau sibuk-sibuk ngartiin cinta itu apa. Karena setiap manusia pasti memiliki arti masing-masing tentang cinta ini.

 

So, apa arti cinta menurut mu? 

*Tulisan ini bukan menganjurkan anda pacaran, karena bagi saya pembuktian cinta itu ada setelah menikah.. 

 

About these ads