Hari ini sudah 9 Juli 2012, artinya hanya tinggal sebulan lebih kita akan kembali merayakan hari kemerdekaan kita yang ke 67 tahun. Kan masih lama, kok udah buat tulisan tentang kemerdekaan? Suka-suka saya dong! Hehe.. Tapi bukan itu alasannya, kemarin ketika menghadiri undangan di Sambas, saya sempat terkejut menyaksikan Sambas yang begitu semarak dengan hiasan bendera seribu nya.

Bendera Seribu sejatinya adalah kertas berwarna warni yang dibentuk segitiga kemudian ditempelkan ke seutas tali yang panjang. Tali ini akhirnya di ikat sedemikian rupa di atas gedung yang satu ke gedung yang lain.

Saya menanyakan ke Agus, tukang ojeg yang kunaiki, “Pak ada acara apa ini kok meriah sekali?”

“17 agustusan bang”

“Ooohhh..”

Padahal masih lama, kok sudah meriah dari sekarang ya.. gumamku.

Siang hari, kajian selesai dan aku kembali ke Kota Bangun. Di tengah jalan aku diajak mampir oleh salah satu tokoh masyarakat.

“Dari mane pak Syaiful?”

“Dari Sambas Pak..”

“Ikut saya mau nggak? Ada acara pertandingan sepak bola antar desa menyambut tujuh belasan”

“Waduh pak, sebenarnya ingin.. cuma saya lelah sekali dan cuaca juga mendung.. jadi lain kali aja sepertinya Pak”

“Oh ya udah tidak apa-apa”

Artinya aura-aura kemerdekaan sudah terasa dari sekarang, makanya tulisan ini juga berbau tujuh belasan. Hehehe..

Setiap warga negara pasti mengharapkan Negara nya maju dan kuat, tak terkecuali diri ku. Indah sekali rasanya kalau Indonesia menjadi Negara yang rapi, bersih, sejahtera, dan menyenangkan, bukan? Tapi kapan masa itu akan datang? Entahlah!!

Mendekati 67 tahun kemerdekaan kita, Negara ini masih jauh sekali dari kata baik. Korupsi, kemiskinan, kelaparan, kebodohan, kriminalitas, ada dimana-mana. Mulai dari atas hingga bawah. Complicated lah. Bahkan yang mengejutkan lagi, Al Quran pun dimakan!! Gila kan!!

Negara ini masih sakit, kritis!! Bahkan ada yang mengindikasikan akan mati (gagal). Parah sekali bukan?

Nah bagaimana kata tokoh nasional kita? Berikut ucapan dari 3 tokoh yang pasti sudah kita kenal bersama.

Kalau Ruhut Sitompul menggunakan analogi yang berbeda, “Indonesia itu seperti sebuah rumah yang berantakan karena baru saja menggelar pesta semalaman. Pemerintahan SBY ini sedang memperbaiki sedikit tapi sudah diprotes sana-sini, gimana mau maju”

Saya sepakat dengan kalimatnya, Negara kita memang sedang berbenah sedikit demi sedikit, termasuk SBY yang sebenarnya juga melakukan itu. Cuma sayang, anak buahnya banyak yang ketahuan korupsi. Hahaha..

Kalau kata Erri Sudewo, “Saya tidak yakin Indonesia akan menjadi Negara maju!!”. Erri Sudewo memang blak-blakan bicaranya, pedas. Saya terkejut dengan pernyataannya itu, tapi saya yakin bahwa kalimat itu adalah tamparan untuk kita agar sadar bahwa kalau ingin maju, harus kerja keras dan tidak main-main.

Sedangkan Anis Matta bilang, “Indonesia ini pasti akan maju, indikasinya banyak. Hanya memang butuh waktu yang lama, mungkin 50, 100, atau 500 tahun lagi. Tapi, semua itu dimulai dari sekarang!”

Begitulah Indonesia, mari berharap Indonesia menjadi lebih baik, tapi jangan ngimpi bakal terjadi dalam waktu dekat. Jikapun nanti Indonesia menjadi Negara maju dan bebas korupsi, mungkin kita sudah tidak ada di dunia, sudah mati.

Bukannya psimis ya, tapi realistis, bayangkan saja, kita ini baru merdeka 67 tahun. Belum ada apa-apanya. Jika kita bercermin ke Eropa, lihatlah USA, mereka merdeka 4 Juli 1776, Belanda menjadi Republik tahun 1648, atau Jerman yang terbentuk tahun 1871, jauh sekali dari kita yang baru merdeka 17 Agustus 1945.

Artinya, dibutuhkan waktu dan kerja keras untuk menuju Negara yang baik. semoga anak cucu kita nanti yang merasakan.

Salam Ukhuwah, Syaiful Hadi.

About these ads